Rabu, 05 Oktober 2016

Soal Badan Haji, Kemenag Diminta tak Perlu Khawatir


Ketua Rabithah Haji Indonesia, Ade Marfudin meyakini pembentukan badan haji tidak akan menggerogoti peran dari Kementerian Agama (Kemenag). Kemenag tidak usah khawatir tugas Kemenang diambil oleh alih badan haji tersebut.


“Justru kalau diambil bisa konsentrasi ke bidang lain,” uajr Ade saat dihubungi republika.co.id, Rabu (5/10).
 

Disamping itu, pelaksanaan haji bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dari pemerintah. Dengan adanya badan haji, kata Ade, Kemenag tidak mengurusi hal teknis melainkan lebih memberikan pencerdasan kepada masyarakat.
 
Kasus jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Filipina, menurut Ade, membuktikan peran pemerintah masih lemah. Selain itu dengan adanya badan haji, Kemenag bisa lebih memperhatikan persoalan keagamaan lainnya.

 
“Kita baru saja hati disayat orang yang terbius oleh penggandaan uang. Orang lari ke Padepokan itu peran keagamaan, karena ngurus haji, hal seperti itu luput,” kata Ade.

 
Ade menegaskan, pelayanan haji kedepan harus ada perbaikan lebih baik. Pertanggung jawaban semakin jelas dan lebih transparan. Ade mengharapkan Kemenag berpikir positif terkait pembentukan badan haji.


Adanya badan tersebut diyakini tidak akan merusak sistem yang sudah ada di Kemenag. Justru dengan badan tersebut sistemnya akan lebih baik dan modern. (republika.co.id)


Tidak ada komentar: