Jumat, 16 Juni 2017

Baru 89.217 Paspor Jamaah Haji yang Selesai


Kementerian Agama (Kemenag) mendesak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag seluruh Indonesia untuk menyelesaikan pembuatan paspor jamaah haji. Dikarenakan dari 221.000 jamaah haji yang akan berangkat, baru 89.217 paspor yang tuntas.
 
Hal itu dikatakan Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Nur Syam, seusai memberikan pembekalan kepada petugas haji 1438 H/2017 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

 
"Saya minta para kakanwil benar-benar memperhatikan ini. Kita tentu tidak ingin kejadian beberapa tahun lalu terulang. Di mana visa jamaah terlambat. Sebab paspor sangat penting untuk mendapatkan visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi," kata Nur Syam, Jumat (16/6/2017).

 
Dikatakan Nur Syam, dalam beberapa kesempatan hal itu selalu ditekankan kepada para kakanwil. Terlebih libur Lebaran 2017 sangat panjang, yakni 10 hari. Jadi ada sekitar 10 hari kerja yang tidak bisa digunakan untuk memproses paspor.

 
Meski demikian, Nur Syam mengklaim tidak ada masalah serius dalam pembuatan paspor ini. Pada tahun sebelumnya terjadi keterlambatan visa karena baru diterapkannya E-hajj oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

 
"Kami bertekad pemberangkatan kloter pertama pada 28 Juli nanti tidak ada masalah soal visa. Semua sudah harus selesai," harapnya.

 
Sekadar informasi, jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan pada 28 Juli dan pemberangkatan terakhir tanggal 28 Agustus 2017. Sementara jadwal pemulangan mulai tanggal 6 September dan terakhir 5 Oktober 2017. (sindonews.com)

Jamaah Haji Diingatkan Serangan Heat Stroke karena Cuaca Panas


Kepala Pusat Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Yusuf Singka mengingatkan, jamaah haji Indonesia atas sejumlah potensi penyakit yang bisa menyerang di selama menjalani prosesi haji, terlebih di Arab Saudi memasuki musim panas.
"Salah satunya adalah heat stroke, penyakit ini disebabkan iklim panas yang sangat menyengat," kata Eka Yusuf kepada petugas haji 2017 saat memberikan pembekalan di Asrama Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/6/2017).

Sekadar informasi, musim haji 2015 ada pada musim pancaroba sehingga masih ada hujan bahkan hujan es. Lalu di 2016 mulai memasuki musim panas tapi masih ada hujan. Namun untuk tahun ini musim haji benar-benar sudah memasuki iklim panas.

Dia menceritakan, pada haji 1978 pernah ada jamaah sedang mengobrol dengannya tiba-tiba jatuh. Ternyata sang jamaah terkena serangan heat stroke akibat cuaca yang sangat panas. "Karena itu jamaah haji diminta benar-benar menjaga kondisinya," ucapnya.

Selain heat stroke, jamaah haji juga perlu mengantisipasi sejumlah penyakit lainnya. Salah satunya meningitis yang wajib diantisipasi dengan vaksin. Dia menambahkan, penyakit ini berpotensi menyerang jamaah haji asal Indonesia lantaran didominasi usia 60 tahun ke atas.

Lebih lanjut Eka mengatakan, jumlah kloter yang bertambah signifikan tidak diikuti dengan penambahan petugas yang ideal. Oleh sebab itu, Kemenkes melakukan sejumlah strategi agar tetap dapat melayani kesehatan jamaah haji.

Guna tetap menjamin perlindungan kesehatan jamaah, pihaknya memberlakukan mobilisasi petugas sesuai dengan pergerakan jamaah. "Kesehatan di bandara akan diatasi oleh tenaga kesehatan Daker Madinah dan Jeddah. Kami tak lagi membuat pos, tapi kesehatan jamaah tetap terpantau," kata Eka.

Disebutkan, untuk Daker Madinah ada 84 tenaga kesehatan dan Daker Mekkah sebanyak 152 orang. Tenaga kesehatan akan terserap ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dengan layanan 16 komponen, di antaranya UGD, rawat inap, ambulans, dan lainnya.

Kegiatan lain yang ikut dihapus adalah pantauan katering secara reguler. Hal ini disebabkan jumlah katering yang semakin banyak sementara jumlah petugas tak ideal. "Kita antisipasi dengan memantau secara random," tandas Eka. (sindonews.com)


Kamis, 08 Juni 2017

Penambahan Tim Medis Haji Sangat Mendesak




Komisi IX DPR mendorong penambahan jumlah tenaga medis haji untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2017. Penambahan itu dianggap sangat penting dan mendesak seiring peningkatan kouta jemaah dari Indonesia. Jika tidak ditambah, petugas medis yang ada akan keteteran dalam melayani para jemaah.


Kementerian Kesehatan mengeluh tenaga medis untuk pelayanan ibadah haji kurang. Sekarang, rasio tenaga medis dengan jumlah jemaah haji reguler itu 1 banding 80 orang. Kan repot. Jadi, tenaga medis ini harus ditambah, apalagi ada penambahan kuota haji Indonesia," kata anggota Komisi IX DPR Aliyah Mustika Ilham di Jakarta, Rabu (7/6).

Menurut politisi Demokrat ini, ideal rasio petugas medis haji adalah 1 banding 20 jemaah. Dengan jumlah tersebut, diharapkan semua jemaah dapat terlayani dengan baik. Kekhusyukkan jemaah dalam menjalankan ibadah pun menjadi lebih terjamin.

 
Dia pun mengingatkan, kuota jemaah haji tahun ini meningkat drastis, dari 168.800 orang menjadi 221.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 63 persen merupakan adalah jemaah dengan risiko tinggi. Kelompok tersebut tentu membutuhkan pelayanan dan pertahian khusus dari para petugas medis.


"Kami juga berharap Kementerian Kesehatan dapat meningkatkan standar fasilitas, dukungan obat yang berkualitas, dan peningkatan kualifikasi petugas haji. Dengan begitu, pelayanan kepada para jemaah lebih optimal,” tambah dia.

 
Di tempat terpisah, anggota Komisi IX Sri Wulan juga meminta pemerintah memerhatikan fasilitas kesehatan untuk para jemaah haji Indonesia.

 
"Selaku anggota Komisi IX DPR, saya mendesak Pemerintah memerhatikan masalah kesehatan para calon jemaah haji Indonesia, seperti ketersediaan obat-obatan, kesiapan dokter dan tenaga medis lainnya, serta fasilitas ambulance," pesan politisi Gerindra ini.

 
Dia juga meminta agar Kementerian Kesehatan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala kepada seluruh calon jemaah haji Indonesia sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Tujuannya, segala kemungkinan buruk yang menimpa para jemaah bisa diantisipasi dengan baik oleh para petugas medis.

 
"Saya meminta Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk memfasilitasi para calon jemaah haji Indonesia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalau perlu, mereja juga difasilitasi untuk rujukan perawatan, baik di Puskesmas maupun rumah sakit," tegasnya.(rmol.co/foto :tribunnews.com.makassar)

Menkes Minta Petugas Kesehatan Haji Ditambah


Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek meminta penambahan petugas kesehatan untuk jemaah haji. Penambahan ini untuk menyesuaikan penambahan kuota haji tahun ini, yakni 221.000 orang, dari tahun sebelumnya 168.000 orang.

"Dengan penambahan kuota jemaah haji dari kuota 168.800 tahun 2016 menjadi 221.000 tahun 2017, 63 persen di antaranya adalah jemaah risti (risiko tinggi), beberapa kegiatan perlu dikoordinasikan. Pertama, usulan penambahan petugas kesehatan haji Indonesia, yaitu usulan penambahan 64 orang," kata Nila dalam pemaparannya di ruang Komisi IX, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Menurut Nila, penambahan ini dimaksudkan untuk penguatan layanan kesehatan. Salah satunya meningkatkan jumlah ruang rawat inap dari 150 menjadi 250 kamar.

"Di sektor khusus, di terminal bus, sekaligus untuk memperkuat pendekatan preventif dan promotif dari gerak cepat di pondokan dan tenda Arminah," ujarnya.

Namun usulan penambahan petugas kesehatan tersebut belum mendapat persetujuan dari Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag). Jumlah petugas kesehatan haji, disebut Nila, justru mengalami pengurangan.

"Bapak Menag, kami memohon maaf kekurangan sebanyak 38 orang yang semula 306 menjadi 268 orang untuk tahun 2017. Petugas kesehatan yang hanya 268 harus melayani 221.000 jemaah haji, akan memperberat kerja para petugas kesehatan haji," tutur Nila.

Pengurangan petugas kesehatan ini akan sangat menghambat kerja cepat dalam pelayanan kesehatan haji.

"Menyebabkan distribusi petugas kesehatan di tempat ibadah yang berpotensi mengurangi kecepatan tanggap darurat dalam perlindungan keselamatan haji," tuturnya. (detik.com)


Selasa, 30 Mei 2017

Bintang MU, Paul Pogba Ternyata Sudah Sandang Status Haji


Bintang MU itu kembali menjalani umrah meski sudah berstatus haji.


Gelandang Manchester United, Paul Pogba, menjadi pusat perhatian usai mengunjungi 
Mekkah, Arab Saudi. Pogba datang ke Mekkah demi menjalani ibadah umrah.      Ibadah ini kembali dilakukannya meski ia sudah berstatus haji.

Ini     ternyata  bukan   pertama  kali   Pogba mengunjungi   Mekkah. Dilansir BBC, Pogba pernah sekali mengunjung Mekkah sebelumnya.

Kunjungan tersebut saat Pogba menjalani ibadah haji, September 2016 silam. Ketika itu, eks pemain Juventus tersebut melakoni ibadah haji bersama rekan senegaranya, Patrice Evra.
Kehadiran Pogba di Mekah diabadikan oleh seorang fans dan diunggah ke dunia maya. Pogba kemudian mengunggah video yang membuktikan sedang berada di depan Ka'bah saat melakoni ibadah umrah.

Pemain 24 tahun tersebut mengunggah videonya ke akun instagram pribadinya  dan menuliskan caption, "Ramadan Karim”.

Bukan cuma itu, Pogba juga mengunggah fotonya saat berdiri menghadap Ka'bah. "Hal terindah yang pernah saya lihat," begitu tulisan di dalam foto akun instagram Pogba.(viva.co.id)