Sabtu, 25 Juni 2016

Thamrin City Hadirkan Planet Haji Umroh

Add to Google Reader or Homepage
Pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta menghadirkan sebuah kawasan wisata belanja religi dengan nama Planet Haji Umrah (PHU) Thamrin City. Kawasan yang terletak di lantai 3A Thamrin City ini menawarkan tempat belanja lengkap dengan biro haji umrah, toko perlengkapan, dan oleh-oleh haji umrah. 

General Manager Thamrin City Adi Adnyana mengatakan prospek usaha di PHU Thamrin City yang bernuansa Timur Tengah ini sangat bagus mengingat minat umat Islam Indonesia untuk melaksanakan haji terus meningkat setiap tahun. “Kementerian Agama RI mencatat per bulannya, rata-rata ada 6.000 lebih umat Islam Indonesia yang berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan umroh,” ujar Adi Adnyana. 

Bayangkan saja, lanjut Adi, setiap bulan paling tidak ada 6.000 umat Islam melaksanakan umroh, dalam setahun mencapai 72.000 orang. “Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Sebuah angka yang sangat fantastis bila dikaitkan dengan prospek bisnis,” tukas Adi dalam keterangan pers, Jumat (25/6). 

Sementara itu, Koordinator Komunitas Pedagang PHU Thamrin City Teguh Imam Perdana mengatakan di kawasan ini bisa diperoleh kebutuhan haji dan umrah lengkap. PHU Thamrin City menjual berbagai macam perlengkapan haji dan umrah. “Masyarakat Indonesia tidak perlu repot-repot membeli di luar negeri,” katanya. 

Menurut Teguh, PHU Thamrin City tidak hanya disiapkan sebagai tempat belanja religi saja. Namun, PHU juga menyiapkan tempat manasik umrah dan haji. “Setelah manasik haji langsung bisa berburu perlengkapan dan oleh-oleh haji umrah. Semua ada di satu tempat dengan suasana belanja khas Timur Tengah,” papar Teguh. 

Yang lebih penting, kata Teguh, tujuan PHU Thamrin City untuk memudahkan jamaah dalam beribadah. 

Menurut Rudi Fahmi, pemilik toko AR Rizki di lantai 3A Thamri City ini, pengunjung yang datang makin ramai untuk membeli perlengkapan oleh-oleh haji dan umroh. “Setiap hari semakin ramai yang datang belanja baik dari sekitar Jabotabek maupun dari luar daerah,” ujarnya. 

Rudi menjelaskan toko AR Rizki miliknya yang menjual aneka korma, air zam-zam dan perlengkapan haji dan umroh sudah mulai menikmati untung setelah 4 tahun berusaha di Thamrin City. “Omset kami sekitar Rp 100 juta per bulan,” ungkapnya. (suarapembaruan/beritasatu.com)

Rabu, 22 Juni 2016

Calon Jamaah Haji Manula Diusulkan Berangkat Tahun Ini

Calon Jamaah haji manula yang berusia 75 tahun diusulkan berangkat tahun ini. Calon jamaah haji yang diusulkan adalah mereka yang mendaftar, namun tertunda keberangkatannya. 

Sebagaimana siaran pers yang dikirim ke Suara Merdeka, Selasa malam (21/6), Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romly pada pelaksanaan rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kementerian Agama mengusulkan calon Jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan, yaitu Kusrin, agar bisa diberangkatkan tahun ini. Pasalnya, calon jamaah haji asal Kecamatan Wonopriggo, Kabupaten Pekalongan ini telah berusia 76 tahun serta telah mendaftar pada sejak tanggal 10 Juni 2013. 

“Pak Kusrin sudah mendaftar tiga tahun lalu. Usianya diatas 75 tahun. Karenanya yang bersangkutan saya usulkan dalam rapat bersama Dirjen PHU agar bisa berangkat tahun ini. Dia juga telah mendapatkan rekomendasi dari Kankemenag Kabupaten Pekalongan,” tandasnya. 

Selain mengusulkan secara terbuka, politisi PKB asal Buaran, Kabupaten Pekalongan itu juga menyerahkan secara langsung berkas pengusulan kepada Dirjen PHU Kementerian Agama, Abdul Jamil.”Mudah-mudahan calon Jamaah haji yang sudah berusia diatas 75 tahun bisa berangkat tahun ini. Adapun rapat kerja dengan Dirjen PHU, malam ini (Selasa 21/6) masih berlangsung,” kata dia.(suaramerdeka.com)

Senin, 20 Juni 2016

Waktu Tunggu Haji Paling Lama 32 Tahun




Jumlah jamaah yang masuk daftar tunggu dan estimasi sampai 2020. Pada tahun 2015, ada 2,96 juta orang yang masih menunggu keberangkatan haji. Di antara mereka, ada yang harus menunggu sampai 23 tahun untuk bisa ke Tanah Suci. Kenapa?

Dalam data yang disampaikan Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama Ramadan Harisman, hingga akhir tahun 2015 tercatat 2,96 jamaah masih dalam daftar tunggu berangkat haji. Mereka tersebar di berbagai wilayah. Ada yang bisa cepat berangkat, namun tak sedikit yang harus menunggu sangat lama.



Dia kemudian membeberkan data rata-rata waktu tunggu haji reguler per provinsi yang dihitung pada 15 Juni 2016. Bila dirata-rata, maka provinsi dengan waktu tunggu terlama adalah Sulawesi Selatan dengan angka 23,92 tahun disusul Kalimantan Selatan dengan 23,17 tahun. Provinsi yang paling cepat berangkat yakni Sulawesi Utara, itu pun masih menunggu waktu 9,54 tahun. Angka ini didapat dengan asumsi kuota normal yakni 211 ribu.

"Kalau kondisinya seperti sekarang, kuota dikurangi 20 persen karena perluasan masjidil Haram, maka waktu tunggunya bisa lebih lama lagi," kata Ramadan saat mengisi acara pembekalan terhadap PPIH Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim.


Bila dirinci sampai tingkat kabupaten/kota, waktu tunggu tersebut bisa lebih lama lagi. Dengan asumsi kuota normal, Ramadan mencatat di Kabupaten Sidrap waktu tunggunya mencapai 32,32 tahun disusul oleh Kabupaten Wajo dan Kabupaten Banteng di angka 31,32 tahun dan 31,21 tahun. Untuk waktu tercepat berangkat ada di Kabupaten Sanggau dengan 5,83 tahun.

"Kalau kuotanya dikurangi seperti sekarang di kabupaten Sidrap mungkin jadi 35 tahun," paparnya.

Bagaimana sebetulnya cara menghitung kuota daerah tersebut? Saat ini, penentuan angka kuota berdasarkan kabupaten/kota. Jadi, saat provinsi mendapat kuota tertentu, maka angka itu dibagi per kuota kabupaten/kota.



Rumusnya adalah:

A---> (Jumlah penduduk muslim kota/kab dibagi jumlah penduduk muslim provinsi) x kuota provinsi.

B---> (Jumlah pendaftar haji kota/kab dibagi jumlah pendaftar haji provinsi) x kuota provinsi

Kuota Kota/kab hasil dari (A+B): 2

Misal kuota provinsi Jawa Barat 37 ribu, penduduk Jawa Barat 10 juta, penduduk kabupaten Purwakarta 1 juta, pendaftar haji di provinsi 18 ribu, pendaftar haji kabupaten Purwakarta 2 ribu, maka:
A= (1 juta: 10 juta) x 37 ribu jamaah= 3.700
B= (2 ribu: 10 ribu) x 37 ribu jamaah= 4.111

Kuota Kab. Purwakarta adalah (3.700+4.111): 2= 3.905 jamaah. (sumber: detik.com)

Kamis, 16 Juni 2016

Asrama Haji Riau Terkatung-Katung

Add to Google Reader or Homepage
Kementerian Agama tengah mencari solusi untuk mempercepat pembangunan asrama haji di Riau yang terkendala moratorium yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo sebagai langkah untuk mengefisiensi anggaran. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan baru yang dapat mendukung pembanguan sehingga embarkasi haji Riau cepat terwujud. 

"Pembangunan asrama haji di Riau masih belum bisa dipastikan mengingat moratorium. Saya akan menyampaikan hal ini kepada Presiden," katanya saat berada di Pekanbaru, belum lama ini. 

Lukman mengatakan pihaknya telah menerima tanah hibah dari Pemerintah Riau seluas 5,2 hektare untuk pembangunan asrama haji. Meski demikian, Pemerintah daerah setempat tetap berupaya agar Riau menjadi embarkasi haji antara pada tahun depan. 

Lukman mendukung Riau memiliki embarkasi haji antara pada 2017. Dia mendorong Pemerintah Riau segera menyelesaikan fasilitas pendukung untuk menampung jemaah haji jelang keberangkatan ke tanah suci. 

Pemerintah provinsi Riau ditunjuk sebagai embarkasi haji antara tahun 2017 dan embarkasi debarkasi induk tahun 2018. Pemprov Riau telah melakukan persiapan teknis diantaranya dibidang perhubungan, asrama penginapan jamaah, transportasi, kesehatan dan imigrasi. 

Menurut Lukman, dengan adanya embarkasi haji antara di Pekanbaru ini semakin mempermudah pemerintah dalam melakukan proses keberangkatan maupun pemulangan jemahaan haji setiap tahunnya. 

Pemerintah Provinsi Riau mengubah fungsi bangunan rumah susun sewa (rusunawa) yang untuk dijadikan asrama haji yang dibangun Pemerintah Riau di Jalan Parit Indah, Pekanbaru. 

Namun Lukman melihat masih banyak kekurangan dan fasilitas yang belum mendukung kebutuhan jamaah haji nantinya. 

Sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan Pemerintah Provinsi Riau hal ini adalah upaya pemerintah dalam emberikan pelayanan kepada Jemaah Calon Haji. 

"Dengan demikian, para Jemaah Calon Haji (JCH) Riau sudah bisa terbang dari bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, lalu transit sebentar di Batam dan langsung terbang ke Arab Saudi," katanya.(kabar24.bisnis.com)

Rabu, 15 Juni 2016

Jamaah Haji Diminta Antisipasi Suhu 50 Derajat Celcius

Add to Google Reader or Homepage
Jamaah haji 1437H/2016M diminta mewaspadai suhu panas yang bakal meningkat pada tahun ini. Suhu di Arab Saudi diperkirakan akan berada di atas 50 derajat celcius. 

‘’Suhu tahun ini kemungkinan mencapai 50 derajat celcius,’’ kata Sekjen Kemenkes, Untung Suseno, saat memberikan sambutan dalam acara ‘Pembekalan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437H/2016M’ di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (14/6). 

Sebanyak 168.800 jamaah Indonesia akan berangkat haji pada tahun ini. Sekitar 58.000 jamaah terbilang jamaah berisiko tinggi (risti). ‘’Sekitar 46,7 persen merupakan jamaah risti,’’ katanya. 

Untung mengatakan Kemenkes sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu jamaah terutama jamaah risti dalam mengantisipasi suhu panas tahun ini. Mereka salah satu melakukan langkah ‘jemput bola’ dengan mendatangi jamaah risti untuk diberikan penyuluhan terkait cara mengantisipasi suhu panas. 

Pemerintah juga akan mengoperasikan mobile emergency di Madina, Jedah dan Makkah sebagai pengganti posko kesehatan yang kini tidak diperbolehkan lagi. Dengan mobile emergency, petugas kesehatan bisa bergerak cepat jika ada jamaah yang membutuhkan pertolongan. 

Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher, juga mewanti-wanti soal suhu panas yang akan menerpa jamaah haji. Dia meminta petugas haji harus lebih sabar dalam menangani jamaah. 

‘’Terutama jamaah risti yang mungkin ‘manja-manja’, petugas haji harus lebih sabar dalam melayani mereka,’’ kata Ali. ‘’Apalagi, suhu nanti mencapai 50 derajat celcius dan sebagian besar jamaah adalah risti.’’ (republika.co.id/ foto: kemenag.go.id)