Selasa, 31 Mei 2016

Ini Upaya Kemenag Tingkatkan Kepuasan Jamaah Haji

Add to Google Reader or Homepage
Jamaah haji tahun ini mendapat tambahan jatah katering di Makkah. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepuasan pelayanan haji pada 2016. 

"Katering di Makkah dulu 15 kali, sekarang 24 kali. Jadi ada tambahan," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil, Senin (30/5) malam. 

Selain makanan, Kemenag juga berusaha meningkatkan kualitas pelayanan sektor transportasi di Tanah Suci. Kualitas bus yang dipakai jamaah untuk berpindah dari satu kota ke kota lain telah diperbarui sehingga kenyamanannya dijamin lebih baik. 

Selain itu, rute penerbangan yang efisien juga tetap dipertahankan. Separuh jamaah yang akan beraktivitas lebih dulu di Madinah langsung diterbangkan ke kota tersebut tanpa melalui Jeddah sehingga mereka tidak akan kelelahan. 

Bila mendarat di Jeddah, terang Abdul, jamaah harus melewati perjalanan darat ke Madinah selama sekitar 7-8 jam. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan bila jamaah butuh penginapan di Jeddah sebelum bertolak ke Madinah. 

Selain itu, jumlah bimbingan manasik haji pun ditambah. Manasik haji untuk jamaah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah ditambah dari enam menjadi delapan kali. 

Sementara, jumlah manasik haji untuk jamaah di luar Pulau Jawa diperbanyak hingga 10 kali bimbingan. Tambahan ini diharap membantu jamaah semakin memahami tata cara ibadah haji sehingga tidak mengalami kesulitan saat tiba di Tanah Suci. "Prosesnya seperti apa, doa-doanya seperti apa, kalau mau panjang seperti ini, pendek seperti ini," jelasnya. 

Pada 2015, persentase jamaah yang puas atas layanan haji berdasarkan data statistik menunjukkan angka 82,69 persen. Tahun ini, ia optimistis jamaah akan semakin puas dengan pelayanan haji, targetnya 83-84 persen. 

Tercatat, dalam lima tahun terakhir tingkat kepuasan jamaah hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) dan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH): pada 2011 biaya haji 3.533 dolar AS, kepuasan 83,31 persen; 2012 biaya haji 3.613 dolar AS, kepuasan 81,32 persen; 2013 biaya haji 3.528 dolar AS, kepuasan 82,69 persen; 2014 biaya haji 3.219 dolar AS, kepuasan 81,52 persen; 2015 biaya haji 2.717 dolar AS, kepuasan 82.69 persen; 2016 biaya haji 2.585 dolar AS, kepuasan ditargetkan naik mencapai 83-84 persen. 

Persiapan pemondokan bagi jemaah haji, lanjut Abdul, juga telah siap 100 persen. Di Makkah, kualitas pemondokannya disebut setara dengan hotel bintang tiga. "Setara hotel berbintang tiga, bagus, dekat dengan Masjidil Haram dan jalannya landai," kata Abdul.(republika.co.id/ foto: metrotvnews.com)

Minggu, 29 Mei 2016

Jelang Haji, Arab Saudi Tambah 1.000 CCTV dan Bikin Layanan 911

Add to Google Reader or Homepage
Jelang penyelenggaraan ibadah haji musim 2016, otoritas keamanan Arab Saudi mulai berbenah. Apartat telah menyiapkan belasan kamera pengawas tambahan dan sambungan telepon darurat 911. 

Penyelenggaraan haji tahun 2015 berlangsung penuh cobaan. 

Pada Kamis 24 September 2015, musibah terjadi ketika dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Akibatnya lebih dari 700 orang tewas karenanya. Insiden di Mina terjadi kurang dari 2 minggu pasca-tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram yang mengakibatkan 111 jemaah haji meninggal dunia dan 390 lainnya luka-luka. 

Dilansir Saudi Gazette, Sabtu (28/5/2016), belajar dari musibah itu, pemerintah menyediakan 14 kamera pengawas keamanan di Mekah dan sekitar Masjidil Haram. Pemasangan kamera closed circuit television (CCTV) itu dilakukan untuk memastikan keamanan para jemaah, penduduk, dan pengunjung. 

Kepala Bidang Keamanan dan Pengawas Pusat Krisis dan Manajemen Bencana (Crises and the Disaster Management Center) Mekah, Saud Bin Jelwi mengatakan, pihaknya kini dilengkapi dengan teknologi dan sumber daya manusia untuk mengamankan Kota Suci. 

“Kini masyarakat bisa mengontak kami lewat sambungan telepon darurat 911 untuk melaporkan kondisi krisis yang terjadi,” kata dia seperti dikutip dari Saudi Gazette, Sabtu (28/5/2016). 

“Kami memiliki pegawai terlatih dan peralatan canggih. Kualitas fasilitas keamanan yang kami miliki sesuai dengan standar internasional.” ucapnya. 

Bin Jelwi menambahkan, Komisi Pengembangan Mekah dan Tempat Suci (Commission for the Development of Makkah and the Holy Sites) telah menyiagakan 150 menara pengawas untuk memonitor keramaian di Mekah. 

“Komisi sedang mengerjakan beberapa proyek yang akan dirampungkan sebelum musim haji mendatang,” kata dia. 

Komisi, menurut Bin Jelwi, telah memasang payung untuk melindungi pejalan kaki dari sinar matahari dan menyediakan tempat yang memungkinkan jemaah untuk duduk dan beristirahat. Komisi juga telah menetapkan batasan 30 ribu jemaah untuk menaiki Al Mashaer Train — moda transportasi kereta di Mekah — untuk memastikan gerbong tak penuh sesak. 

Bin Jelwi menambahkan, komisi juga telah menerapkan aturan baru pengendalian kerumunan dan manajemen pergerakan jemaah. 

“Akan lebih banyak jalan yang dibuka untuk mencapai area Jamarat. Akan ada jembatan penyeberangan baru di Jalan Sidqi, yang menghubungkan Jamarat dengan Al-Aziziyah. Komisi juga memasang 1.000 kamera di Mina,” kata Bin Jelwi.(solopos.com/foto: satuislam.org)

Istimewa, Pria Ini Pergi Haji Berjalan Kaki Lintasi Tujuh Negara

Add to Google Reader or Homepage
Walau zaman saat ini sudah modern dan teknologi semakin berkembang, namun nyatanya tidak berpengaruh bagi seorang Muslim asal Bosnia, Senad Hadzic. 

Pasalnya, ia memilih pergi haji ke Makkah dengan berjalan kaki. 

Pria Bosnia ini meninggalkan negaranya pada bulan Desember 2011 dengan tujuan ke Makkah untuk beribadah haji. Kemudian tiba di Mekah pada tahun 2012. 

Ia pergi ke Mekah dengan berjalan kaki melewati 7 negara, termasuk Suriah yang dilanda perang saat itu. 

“Saya tiba di Makkah pada hari Sabtu. Saya tidak merasa lelah, ini hari terbaik dalam hidup saya, “ujar Hadzic, seperti dikutip Ilmfeed. 

Hadzic telah berjalan kaki sejauh 5.700 kilometer (3.540 mil) selama 314 hari. Ia berjalan dari Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, dan Yordania lalu sampai ke Makkah, Arab Saudi. 

Bukan hanya itu saja, Hadzic berjalan kaki sembari membawa ransel seberat 20 kilogram (44 pon). 

Hadzic menuliskan perjalannya di halaman Facebook-nya dengan memosting gambar bersama pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah. 

“Saya melewati Suriah pada bulan April. Saya berjalan sekitar 500 kilometer dalam 11 hari. Saya pergi melalui Aleppo dan Damaskus dan melewati puluhan alat pengecekan yang dilakukan oleh lembaga pro-pemerintah Suriah dan pasukan pemberontak, tapi saya tidak pernah ditahan,” tulis Hadzic. 

“Pada saat pengecekan yang dilakukan oleh tentara Bashar Assad, mereka memerintahkan saya untuk mengosongkan ransel. Namun, ketika saya menunjukkan ayat Al Quran yang menjelaskan melakukan ibadah haji dengan berjalan kaki, mereka membiarkan saya pergi,” tambah Hadzic. 

Hadzic menyatakan dirinya melakukan perjalanan ibadah haji dengan berjalan kaki karena Allah Subhaanahu wa ta'ala, agama Islam, untuk Bosnia-Hercegovina, untuk orang tua dan kakaknya. 

Pada halaman Facebook-nya, Hadzic mengatakan bahwa Allah telah menunjukkan kepadanya cara pergi haji dalam mimpi, termasuk pergi melalui Suriah bukan Irak. 

Selama perjalanan ibadah haji, Hadzic menghadapi suhu yang ekstrem minus 35 derajat Celcius di Bulgaria, ditambah 44 Celsius di Yordania. 

Hadzic mengatakan drinya harus menunggu di Istanbul selama beberapa minggu untuk mendapatkan izin menyeberangi Jembatan Bosphorus dengan berjalan kaki. 

Selain itu, Hadzic juga harus menunggu dua bulan di perbatasan antara Yordania dan Arab Saudi untuk mendapatkan visa masuk. (Islampos.com/tribunkaltim)

Kloter Pertama Haji, Berangkat 9 Agustus

Add to Google Reader or Homepage
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Abdul Jamil mengatakan kloter pertama calon haji Indonesia akan diberangkatkan pada 9 Agustus 2016. 

Teknik pemberangkatan calon haji masih mengikuti cara yang digunakan tahun lalu dengan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dari Indonesia langsung ke Medinah, sehingga jamaah yang akan menunaikan Shalat Arbain di Masji Nabawi tidak ada yang mendarat di Jeddah. 

"Karena tahun sebelumnya ada yang mendarat di Jeddah sebanyak 33 ribu orang, itu tidak efisien dan banyak orang tua kelelahan karena harus menempuh perjalanan dari Jeddah ke Medinah selama tujuh jam," kata Abdul Jamil, saat konferensi pers di Gorontalo, Sabtu (28/05/2016). 

Sedangkan gelombang kedua akan berangkat dari Indonesia langsung ke Jeddah kemudian menuju Mekah, sehingga calon haji merasa lebih nyaman dan efisien. 

Sementara quota yang diberikan pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia tahun 2016 adalah 168.800 orang, yang dibagi dua yakni 155.200 jamaah untuk haji reguler dan 13.600 jamaah untuk haji khusus. 

"Kementerian Agama hanya mengorganisir yang haji reguler. Sekarang tahap persiapannya masuk dalam pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji oleh jamaah," ujarnya. 

Menurut dia, jamaah yang melunasi merupakan yang sudah terdaftar dan masuk dalam quota haji tahun 2016, serta sudah diumumkan ke masyarakat. Pelunasan tahap satu dijadwalkan tanggal 19 Mei -10 Juni 2016. 

Pelunasan tahap dua dimulai tanggal 20-30 Juni 2016. Pada tahap ini memberikan kesempatan penggabungan keluarga calon haji yang terpisah misalnya suami istri, orang lanjut usia, jamaah yang sebelumnya sudah berhaji dan pendamping.(rimanews.com)

Jumat, 27 Mei 2016

Pemondokan Haji Tahun Ini Diklaim Bertaraf Bintang Tiga

Add to Google Reader or Homepage
Kementerian Agama memastikan penurunan BPIH tidak akan berimbas ke kualitas pelayanan. Malah, pelayanan diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Abdul Djamil, mengatakan persiapan pemondokan bagi jemaah haji tahun ini telah selesai seluruhnya. Bahkan, ia mengungkapkan kalau ada yang berbeda dan baru, dengan pemondokan yang disediakan untuk jemaah haji tahun ini. 

"Setaraf dengan hotel berbintang tiga, jadi lebih tepat dikatakan hotel," kata Djamil, Kamis (26/5). 

Hal itu, lanjut Djamil, dikarenakan fisik dan fasilitas pemondokan jemaah haji Indonesia kali ini, dianggap layaknya sebuah hotel. Selain itu, ia menekankan pemondokan jemaah haji terjauh di Makkah yang sebelumnya berjarak lebih dari 4.500 meter, kali ini kurang dari 4.500 meter. 

Ia menambahkan untuk tahun ini, disediakan pemondokan cadangan di Makkah dan Madinah, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut Djamil, pemondokan cadangan ini memiliki fisik, fasilitas dan layanan yang sama seperti hotel berbintang tiga. 

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2016 telah ditetapkan, dengan rata-rata sebesar Rp 34.639.363 atau senilai USD 2.585, dengan kurs Rp 13.400. Artinya, jika dibandingkan biaya haji tahun lalu yang sebesar USD 2.717, BPIH mengalami penurunan sebesar USD 132.(republika.co.id/ foto: kemenag.go.id)

Rabu, 25 Mei 2016

Kemenag Tunjuk Dua Maskapai Untuk Jamaah Haji Indonesia

Add to Google Reader or Homepage 
 Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, telah menetapkan transportasi udara bagi para jamaah asal Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan melalui proses seleksi maskapai penerbangan untuk mengangkut ratusan ribu jamaah. 

"Penyediaan transportasi udara jamaah haji Indonesia melalui tahapan proses seleksi," ujar Djamil di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Barat, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2016). 

Tahapan tersebut, lanjut Djamil, dilakukan pada 18-19 Februari lalu, di mana Ditjen PHU menyampaikan undangan pengambilan dokumen penyediaan transportasi udara. Kala itu, lima perusahaan turut diundang, di antaranya PT Garuda Indonesia, PT AirAsia Ekstra, PT Lion Air, PT Citilink, dan Saudi Arabian Airline. 

Selanjutnya, pada 22 Februari maskapai tersebut menerima penjelasan tentang penyediaan transportasi udara. Namun, pada 1 Maret hanya PT Garuda dan Saudi Arabian yang menyerahkan berkas dokumen penyediaan transportasi udara. 

"Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi kelengkapan dokumen, dua itu yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya. 

Sesuai Surat Keputusan Menag Nomor 195 Tahun 2016 tertanggal 2 Mei ditetapkan bahwa PT Garuda Indonesia bakal mengangkut jamaah haji embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta (khusus jamaah asal Jakarta, Banten, dan Lampung), Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. 

"Sementara Saudi Arabian, akan mengangkut jamaah embarkasi Batam, Palembang, Jakarta (khusus Jawa Barat), Banjarmasin, dan Surabaya," tandasnya. (okezone.com)

Belum Ada Penambahan Kuota Haji Untuk Indonesia

Add to Google Reader or Homepage
Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman beberapa waktu lalu membahas banyak hal. Kedua kepala negara juga sempat menyinggung penambahan kuota jemaah haji untuk Indonesia. 

"Hanya saja, sampai detik ini kuota resmi yang ada di dalam MoU antara Indonesia dan Arab Saudi sebanyak 168.800. Itu sama dengan tahun lalu," kata Direktur Jenderal Penyeleggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Abdul Jamil kepada Metrotvnews.com di Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Banteng Barat, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2016). 

Abdul menambahkan, renovasi di Masjidil Haram hampir rampung. Dengan adanya renovasi mataf yang dulunya hanya mampu menampung 48 ribu jemaah setiap jam, dapat menampung 150 ribu jemaah setiap jam. 

Jika mataf sudah selesai, kata Abdul, mungkin saja nantinya Pemerintah Saudi menambah jumlah kuota haji untuk setiap negara. "Namun, kondisi saat ini masih belum memungkinkan adanya penambahan kuota karena masih banyak alat berat yang dioperasikan, sehingga mempersempit ruang jemaah untuk beribadah, tawaf, dan salat lima waktu," jelasnya. 

Indonesia memiliki kuota haji 168.600 jemaah per tahun. Jumlah tersebut terdiri dari 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 jemaah haji khusus. 

Kuota yang ditetapkan Arab Saudi itu tak dibanding dengan populasi dan niat masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Akibatnya, calon jemaah haji harus antre dan menunggu lama untuk mendapat giliran menginjakkan kaki di Tanah Suci. 

Lamanya jadwal tunggu keberangkatan haji tak sama di setiap daerah. Calon jemaah haji dari Pulau Jawa, kata Abdul, bisa menunggu 19-20 tahun untuk mendapatkan giliran berangkat. 

"Bahkan, Sulawesi Selatan itu mencapai 29 tahun, Kalimantan Selatan 28 tahun," jelasnya. 

Namun, daftar tunggu tidak berlaku untuk lansia berusia minimal 75 tahun. Lansia dengan usia di atas 75 tahun bisa melakukan percepatan pelunasan dan keberangkatan, dengan syarat telah mendaftar dua tahun sebelumnya. 

"Orang dengan usia minimal 75 tahun dapat segera melunasi. Dengan catatan, dia daftar dua tahun sebelumnya," kata Abdul. 

Guna mengurangi masa tunggu jemaah haji, Kemenag memberlakukan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang haji satu kali. Kemenag memutuskan setiap warga negara tak boleh beribadah haji lebih dari satu kali dalam kurun waktu 10 tahun. 

Pembatasan tersebut dinilai dapat memenuhi rasa keadilan bagi WNI yang belum sama sekali pergi melakukan ibadah haji. Sebab, sering kali warga kelas menengah ke atas cenderung haji berkali-kali, sementara sebagian warga lainnya harus menunggu lama.(metrotvnews.com)

Kemenag-Garuda Indonesia Sepakati Pengangkutan Jamaah Haji

Add to Google Reader or Homepage
Kementerian Agama dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyepakati pengangkutan jamaah haji dalam negeri untuk delapan embarkasi di berbagai wilayah Indonesia. 

"Proses untuk sampai di sini merupakan proses panjang sesuai regulasi, sesuai prosedur pengadaan barang dan jasa. Ada proses tender dan sampai pada kesepakatan harga dan tanda tangan kontrak," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil di Jakarta, Selasa. 

Di sela-sela Penandatanganan Perjanjian Pengangkutan Jamaah Haji Indonesia antara Kementerian Agama dan Garuda Indonesia, Djamil mengatakan pihaknya telah memberi kesempatan kepada sejumlah maskapai untuk memperoleh tender pengangkutan udara jamaah haji. 

Di antara maskapai itu, kata dia, adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indonesia Air Asia Ekstra, PT Lion Air dan Saudi Arabian Airlines. Dari empat maskapai tersebut kesemuanya mengambil dokumen tender. Hingga tenggat waktu akhir pengembalian dokumen, hanya Garuda dan Saudia yang mengembalikan berkas tender. 

Untuk Garuda sudah secara resmi mendapatkan tender pengangkutan haji sementara SAA masih dalam tahap finalisasi menunggu peresmian saja. Rencananya, Kemenag dan Saudia akan menandatangani kesepakatan pengangkutan jamaah haji awal Juni. 

"Kami menepis anggapan bahwa tidak memberi kesempatan kepada maskapai lain. Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengangkutan haji seperti unsur efisiensi, keselamatan dan kepentingan nasional dan ini tidak boleh diabaikan," kata Djamil.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengatakan pihaknya siap menerbangkan 79.020 ribu jamaah Indonesia yang tergabung dalam 205 kelompok terbang dari delapan embarkasi. 

Embarkasi yang menjadi fokus Garuda sesuai tender, kata dia, di antaranya embarkasi Banda Aceh yang akan memberangkatkan 3.180 jamaah, Medan (6.673), Padang (4.946), Jakarta (17.758), Solo (26.561), Balikpapan (4.248), Makassar (11.972) dan Lombok (3.646).

Di musim haji 2016, Garuda mengoperasikan 11 pesawat yang terdiri dari pesawat Boeing B777-300ER, Boeing B-747 dan Airbus A330-360.(antaranews.com)

Selasa, 24 Mei 2016

Kurikulum Manasik Haji Perlu Diubah

Add to Google Reader or Homepage
Komisi VIII DPR mengusulkan perlunya perubahan kurikulum manasik untuk penyelenggaraan haji 2018 dengan lebih menekankan pada aspek teknis di lapangan selama melakukan ibadah tersebut. 

"Selama ini kami menilai pelatihan manasik haji hanya terfokus pada pelatihan doa-doa pada saat menjalankan ibadah haji saja. Padahal ada aspek penting lain yang harus dikuasai calon jamaah haji di lapangan," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin, 23 Mei 2016. 

Sodik Mudjahid bersama 12 anggota DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu, dalam rangka menghimpun masukan berkaitan dengan Pengelolaan Keuangan dan Penyelenggaraan Haji 2018. 

Menurut Sodik, selain memberikan bimbingan aspek ritual ibadah melalui manasik haji, pemerintah masih memiliki kewajiban memberikan pengetahuan mengenai area dilaksanakannya ibadah haji. Selain itu pelatihan kesiapan mental serta akhlak calon jamaah haji. 

Informasi mengenai tempat dilaksanakannya ibadah haji, misalnya dapat disajikan secara mendetail melalui pemutaran film yang menggambarkan kondisi Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Madinah. Penyempurnaan pelatihan manasik haji memang harus terus dilakukan, apalagi fasilitas yang ada sekarang lebih memadai. 

Sodik mengatakan, bahwa dalam kurikulum manasik haji ke depan diharapkan dapat mencakup 30 persen pelatihan ritual ibadah, 30 persen informasi medan, serta 40 persen kesiapan mental dan akhlak. "Kalau sekarang 90 persen hanya memuat ritual haji saja," ujarnya. 

Usulan itu kata politisi Gerindra itu, telah disampaikan ke Kementerian Agama, namun pihak Kemenag RI meminta penangguhan hingga dua tahun yang akan datang, karena buku-buku materi manasik haji untuk dua tahun ke depan telah terlanjur dicetak. "Kementerian Agama minta waktu dua tahun lagi," ujar Sodik. 

Sementara itu politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Maman Imanul Haq menilai kurikulum manasik haji ke depan diharapkan dapat lebih menyoroti hal teknis yang paling mendetail seperti bagaimana menggunakan kunci kamar hotel, menggunakan lift, menggunakan WC duduk, hingga penggunaan air di hotel. 

"Sebab, banyak kejadian orang tua yang menunaikan ibadah haji menjerit karena mengira air (kamar mandi) di hotel panas semua karena tidak tahu cara penggunaannya. Itu juga harus diperhatikan," ujar dia. 

Selain pembenahan kurikulum manasik haji kata Maman, Kemenag RI juga perlu melakukan evaluasi dan monitoring kepada Kepala Regu (Karu) dan Kepala Rombongan (Karom) guna memastikan kemampuan mereka dalam memberikan bimbingan, pelayanan, serta perlindungan kepada jamaah haji. 

"Dengan begitu maka jamaah haji Indonesia tidak tersesat dan tidak menjadi korban dari rapuhnya sistem dan ketidakpahaman antara Kepala regu dan Kepala Rombongan," kata politisi dari Cirebon Jawa Barat itu.(pikiran-rakyat.com)

PIHK Desak Pemerintah Segera Umumkan Pelunasan Haji Khusus

Add to Google Reader or Homepage
Penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) mendesak pemerintah segera mengumumkan waktu pelunasan BPIH untuk haji khusus. Saat ini, pemerintah baru mengumumkan waktu pelunasan bagi haji reguler. 

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad mengatakan, hal yang menjadi masalah bagi haji khusus saat ini bukanlah besaran BPIH-nya turun atau tidak, melainkan kapan waktu pelunasan bagi jamaah haji khusus. 

"Karena waktu persiapan yang kian mepet, tapi pelunasan untuk haji khusus belum juga diumumkan. Ini akan mempersulit bagi PIHK mengatur pelayanan bagi jamaah haji khusus," ujar Ahmad Baluki, Kamis (19/5). 

PIHK, sambung Baluki, sudah menanyakan perihal pelunasan BPIH khusus kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag). Namun, sejauh ini belum mendapatkan kepastian. "Kemenag sampai hari ini baru mengumumkan pelunasan haji reguler," ujarnya. 

Padahal, menurut Baluki, persiapan yang harus dilakukan haji khusus tidak kalah mendesak dibandingkan haji reguler. Dalam hal ini, kata dia, ada jumlah yang perlu segera dipastikan karena terkait dengan akomodasi (hotel) dan penerbangan. "Ini menjadi kegalauan kami. Kalau semakin lama sangat berbahaya," kata dia. 

Pada musim haji tahun ini, Kemenag menyediakan kuota haji khusus sebanyak 13.473 jamaah. Kuota tersebut terdiri dari 12.831 calhaj yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, dan 642 jamaah cadangan.(republika.co.id)