Jumat, 28 April 2017

Menteri Agama Ingatkan Calon Jemaah Haji Persiapkan Diri Sedini Mungkin


Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan calon jemaah haji Indonesia harus mempersiapkan diri sejak dini sebelum berangkat ke Tanah Suci September 2017.


Kata dia, persiapan itu termasuk kesiapan fisik maupun kesiapan mental agar dapat menjalankan haji secara baik.


"Saya mengimbau kepada calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri dari sekarang supaya nanti perjalanan hajinya lancar," kata dia di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (28/4/2017)


Sementara untuk kesiapan selama berada di Tanah Suci, Lukman mengatakan sejauh ini sudah baik.

Mulai dari penginapan selama berada di Arab Saudi hingga transportasi.


Menjelang Ramadhan, Kementerian Agama juga akan melakukan proses pembuatan visa kepada calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini.


"Di Mekkah itu sudah 100 persen siap hotelnya. Kalau di Madinah itu sudah 80 persen siap. Jadi mudah-mudahan semua lancar," jelasnya.


Dengan begitu, jika tidak ada masalah yang berarti, penyelenggaraan haji tahun ini, dikatakannya tidak akan mengurangi kualitas dari perjalanan haji sebelumnya.(tribunnews.com)


Daftar Tunggu Haji Sukabumi Capai 12 Tahun


Daftar tunggu haji Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 12 tahun walaupun sudah ada penambahan kuota.

"Tahun ini Kabupaten Sukabumi mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 376, tetapi tidak mempengaruhi terhadap lamanya daftar tunggu karena hanya berkurang satu bulan," kata Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Ramlan Rustandi di Sukabumi, Kamis.

Kuota haji tahun 2016 hanya 1.249, tetapi pemerintah pusat menambah jatah untuk keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi tahun 2017 menjadi 1.625 orang.


Setiap bulannya warga yang mendaftar sebagai calon jemaah haji mencapai 300 hingga 400 orang bahkan bisa lebih.


Tingginya minat warga yang ingin menunaikan rukun islam kelima tersebut tidak sebanding dengan kuota sehingga harus menunggu belasan tahun jika ingin berangkat melalui jalur kuota.

 
Jika ingin cepat berangkat calon haji bisa memilih jalur haji plus yang tidak masuk dalam kuota yang sudah ditetapkan pemerintah. 

 
Maka dari itu, setiap jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2017 diharapkan untuk segera menyelesaikan ongkos naik haji (ONH) agar bisa berangkat.

 
"Dibandingkan dengan daerah lain, daftar tunggu haji Kabupaten Sukabumi bisa dikatakan paling cepat dibandingkan daerah lain yang lamanya bisa mencapai 17 tahun," tambahnya.

 
Di sisi lain, Ramlan mengatakan secara nasional keberangkatan jemaah haji pada 27 Juli, namun untuk Kabupaten Sukabumi belum diketahui karena saat ini masih menentukan kloter dan penyelesaian ONH.(republika.co.id/antara)

Kemenag Riau Tegur Travel Umroh dan Haji yang Nakal

Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau telah melayangkan surat teguran sebanyak dua kali bagi Travel Umroh dan Haji Pentha Wisata dikarenakan sudah banyak merugikan warga.


"Kami sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak agen Travel Umroh Pentha Wisata, untuk menindaklanjuti permasalahan tentang kejelasan jadwal keberangkatan jamaah umrohnya," kata Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Asril di Pekanbaru, Jumat (28/4/2017).


Asril mengemukakan teguran dan panggilan ini ditujukan bagi Travel Umroh dan Haji Pentha Wisata karena usaha mereka sudah meresahkan warga. Bahkan banyak laporan yang masuk ke Kemenag. Asril juga mengakui, agen travel tersebut memiliki rekam jejak permasalahan penundaan keberangkatan umroh dan haji
.

Di mana, sekitar 1.000 calon jemaah di Riau mengeluhkan permasalahan tersebut. "Kami sudah menerima laporan dari warga yang merasa dirugikan oleh agen travel tersebut," katanya. 


Jadi sambungnya surat teguran yang dilayangkan ini merupakan panggilan kedua setelah sebelumnya juga sudah ada. Selanjutnya akan dimintai jawaban dan keterangan travel agen. Jika surat pemanggilan yang sudah dilayangkan tidak ditanggapi. Maka pihaknya akan segera menyurati Kementerian Agama RI untuk pembekuan izin Pentha Wisata. 


"Saat ini sudah kita layangkan peringatan kedua, jika permasalahan ini terus terjadi, kita surati kementerian untuk melakukan pencabutan izinnya," tutur Asril. 


Sebelumnya diberitakan ratusan calon jamaah umroh asal Riau Selasa 25 April 2017 yang terdaftar melalui Travel Umroh-Haji Pentha Wisata beralamat di Jalan Panda Kecamatan Sukajadi mendatangi pihak agen untuk menanyakan kepastian keberangkatan mereka sesuai dijanjikan pada Rabu kemarin. Salah satu korban calon jamaah umroh itu adalah Azmi, yang merupakan Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru. 


Kepada media Azmi mengaku, sudah membayar lunas uang untuk biaya keberangkatan umroh untuk di bulan Februari lalu. Namun sampai saat ini, ternyata masih belum ada kepastian keberangkatan dari pihak travel. "Saya mestinya bersama keluarga sudah berangkat di bulan Februari lalu, namun sampai sekarang masih belum. Awalnya dijanjikan Februari, mundur ke Maret terus April sekarang dijanjikan Mei lagi. Makanya saya ingin ada penjelasan dari pihak travel ini," ucap Azmi yang berencana akan berangkat umroh bersama 12 anggota keluarganya. (okezone.com)

Senin, 24 April 2017

Tenda Jemaah Haji di Arafah Ditopang Baja, Menag Jamin Tak Roboh Diterjang Angin




Layanan ibadah haji di Arafah tahun ini dipastikan lebih nyaman dibanding sebelumnya. Ratusan tenda jemaah haji akan diganti. Ditambah lagi, ada fasilitas AC yang diberikan untuk masing-masing tenda.


Menteri Agama              (Menag)  Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, kualitas tenda pada tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lagi istilah tenda jemaah roboh karena angin kencang seperti insiden 2015 lalu. Sebab, tenda ditopang rangkaian baja kokoh.


“Bahan tenda juga yang anti api dan tahan air. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan bahan sejenis terpal yang ditopang dengan bambu atau besi yang telah karatan,” ujarnya.


Tenda-tenda baru di Arafah tersebut juga berukuran cukup besar, sekitar 25x15 meter. Satu tenda diperkirakan mampu menampung sekitar 250 jemaah. ”Memang belum fix info dari muassasah untuk berapa jumlah tenda bagi jemaah Indonesia. Tapi dengan kapasitas yang dilihat kemarin, diperkirakan di atas 800 tenda,” ungkap Staf teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori dihubungi kemarin.


Tak hanya tenda baru, ada fasilitas AC dan kipas angin dengan spray air yang akan dipasang di setiap tenda. Masing-masing akan mendapat 6 AC baru dan 6 unit kipas angin besar. Dua fasilitas ini, kata Dumyathi, merupakan hal sangat penting ketika di Arafah nanti.


Sebab, suhu udara pada saat puncak Haji diprediksi sangat panas. Sehingga menyebabkan resiko heat stroke sangat tinggi. Seperti diketahui, puncak ibadah haji saat Wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 31 Agusus 2017. ”Untuk menjamim pasokan listrik, rencananya setiap tenda akan dilengkapi satu genset,” ungkapnya.


Peningkatan fasilitas karpet juga dilakukan di Muzdalifah. Dengan begitu, jemaah haji diharapkan dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina.


Dumyathi menambahkan, untuk kebutuhan permakanan juga sudah disiapkan. Jemaah akan mendapat pelayanan makan sebanyak 4 kali di Arafah. Sedangkan di Muzdalifah satu kali dan Mina sebanyak 11 kali.


Selain fasilitas di Arafah, pemerintah juga memastikan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah sudah rampung. Sewa pemondokan sudah mencapai 98,95 persen atau 205.394 kapasitas yang sudah berhasil disewa.


Hal ini agak bertolak belakang dengan proses sewa di Madinah. Hingga kini baru 36,72 persen atau 75.429 kapasitas yang sudah dalam tahap negosiasi. Diakui Lukman, ada tiga hal yang membuat proses negosiasi ini agak lambat. Pertama, kembali normalnya kuota jemaah haji seluruh negara. Sehingga, kebutuhan sewa pemondokan menjadi sangat tinggi.


Sayangnya, kebutuhan tesebut tidak diimbangi dengan pembangunan hotel-hotel baru di Madinah. Berbeda dengan Mekah. ”Karena kita sama-sama nyarinya yang dekat dengan Masjid Nabawi atau daerah Markaziyah, sehingga menjadikan persaingan sewa akomodasi di Madinah relatif lebih ketat,” jelasnya.


Meski begitu, Lukman memastikan bahwa tim terus berupaya mendapat pemondokan yang pas untuk jemaah. Sehingga bisa membantu jemaah untuk menjalankan ibadah haji dengan baik. (fajaronline.com)



Menag: Persiapan Akomodasi Jemaah Haji di Mekah Sudah 98 Persen



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa persiapan sewa akomodasi jemaah haji Indonesia di Mekah, Arab Saudi, sudah hampir selesai. Tidak kurang sudah ada 205.394 kapasitas yang sudah berhasil disewa.

"Penyewaan rumah di Mekah, alhamdulillah sampai saat ini 98,95 persen yang sudah berhasil kita sewa. Jadi tinggal sedikit saja untuk memenuhi kelengkapan bagi jemaah haji kita," kata Menteri Lukman seperti dikutip dari Antara, Senin (24/4/2017).

Untuk sewa akomodasi di Madinah, Menteri Lukman menjelaskan bahwa sudah 36,72 persen atau 75.429 kapasitas yang sudah dalam tahap negosiasi. Dia mengaku persaingan sewa akomodasi di Madinah relatif lebih ketat.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan tiga hal. Pertama, kembali normalnya kuota jemaah haji seluruh negara menyebabkan kebutuhan sewa rumah menjadi sangat tinggi.

Kedua, pembangunan hotel-hotel baru di Madinah tidak banyak, berbeda dengan di Mekah. Ketiga, negara pengirim jemaah haji umumnya mencari hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi atau daerah Markaziyah.

Namun begitu, dia menegaskan bahwa tim penyedia layanan jemaah di Madinah terus berupaya mendapatkan hotel yang akan disewa untuk jemaah haji Indonesia.
"Kita terus hunting hotel jemaah haji," ucap Menteri Lukman. (liputan6.com)