Selasa, 30 Juni 2015

Kemenag Gandeng Polri Untuk Lindungi Jemaah Umrah

Add to Google Reader or Homepage

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggandeng jajaran Polri untuk melindungi jamaah umrah di tengah besarnya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah. 

"Jamaah umrah memerlukan perlindungan dan perlindungan ini dimulai dari penandatanganan nota kesepahaman Kemenag dengan Polri untuk menegakkan hukum terkait penyelenggaraan haji khusus dan umrah," katanya di Jakarta, Senin (29/6). 

Nota kesepahaman itu, kata Menag Lukman, merupakan salah satu bentuk kerja sama dua instansi negara dalam memerangi kasus kriminal seperti penipuan terhadap jamaah umrah oleh travel tidak berizin. 

Menurut Menag, nota kesepahaman ini menjadi sebuah antisipasi agar tidak terjadi lebih banyak penipuan oleh biro perjalanan bodong. 

Biro umrah tidak resmi atau bodong, kata dia, dapat dipolisikan karena ilegal atau tidak mendapatkan izin dari Kemenag untuk menjalankan usahanya. 

Sementara untuk biro umrah resmi, pembinaannya ada di bawah Kemenag sehingga jika mereka melakukan penipuan akan ditindak langsung oleh Kemenag. 

Menurut politisi PPP ini, hal tersebut perlu dilakukan seiring tren masyarakat yang lebih memilih beribadah umrah daripada haji karena alasan keterbatasan kuota jamaah haji di Arab Saudi. 

Apalagi, saat ini Saudi masih memberlakukan pemotongan kuota 20 persen jamaah haji untuk setiap negara sehingga antrean calon haji di Indonesia terbilang panjang hingga 15-20 tahun. 

"Dengan animo besarnya masyarakat, maka ini (perlindungan) perlu. Penyimpangan oleh biro umrah itu bisa dilihat. Semakin banyaknya kasus jamaah mendapatkan penipuan, maka dia tidak jadi berangkat. Mereka hadapi persoalan. Pemerintah tidak bisa lepas dari persoalan-persoalan ini," katanya. 

Lukman mengatakan kerja sama dengan Polri ini merupakan langkah taktis untuk mencegah berbagai kasus kriminal terkait umrah seperti penipuan atau modus pemberangkatan jamaah umrah menuju daerah konflik.

Polri, kata dia, sudah berpengalaman atasi berbagai kasus kriminal. Maka dengan kerja sama ini berbagai tindakan kriminal terkait umrah dapat ditindak dan dicegah. 

Selain itu, kerja sama ini akan dapat memberi rasa aman dan kepastian terhadap jamaah haji Indonesia.(Antara/Foto Viva.co.id)

Minggu, 21 Juni 2015

84 % Jemaah Telah Lunasi BPIH

Add to Google Reader or Homepage 


Sekitar 84 persen calon jamaah haji (calhaj) melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler yang dimulai sejak 1 Juni 2015 lalu. 

“Hingga hari ke-13, jumlah calhaj yang telah melakukan pelunasan sebanyak 129.788 atau sebesar 84 persen dengan rata-rata pelunasan per hari sebesar 6 persen atau 9.984 jemaah haji,” tulis Tim Informasi Haji dan Umrah Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama dalam rilisnya, Jumat (19/6). 

Dalam pelunasan haji reguler, teridentifikasi pengaruh kurs jual dolar AS harian yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) tidak mempengaruhi pelunasan secara signifikan. Artinya, faktor kurs jual bukan faktor paling mempengaruhi secara positif atas linier pelunasan hingga hari ke-13 kemarin.

 Misalnya, pada pelunasan hari ke-6 kurs jual harian dolar AS di BI sebesar Rp 13.429, namun jumlah calhaj yang melunasi pada hari itu sebanyak 18.379 orang. Atau, lebih tinggi dari pelunasan hari ke-5, yaitu 12.410 orang dengan kurs jual dolar harian sebesar Rp 13.427. 

Masih terdapat delapan hari lagi pelunasan haji reguler pada tahap pertama ini, tepatnya 30 Juni mendatang pelunasan tahap pertama akan ditutup. 

Berdasarkan linier pelunasan, diprediksi jika pelunasan berdasarkan titik keseimbangan (equilibrium) yang terjadi pada pelunasan hari ke-4, maka kuota haji akan habis terlunasi pada hari ke-19 pelunasan atau pada Jumat (26/6).

 Namun, jika berdasarkan pada titik teredah pelunasan, yaitu pada hari ke-13, maka kuota akan habis pada hari ke-3 pelunasan tahap kedua, Kamis (9/7). (Republika)

Kamis, 18 Juni 2015

Prof.Tjandra Yoga: Waspadai Merebaknya Virus MERS CoV

Add to Google Reader or Homepage  
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tjandra Yoga Aditama mengimbau kepada para jamaah calon haji (JCH) agat mewaspadai merebaknya virus MERS CoV. 

Pasalnya, kata Tjandra, virus mematikan tersebut paling banyak menelan korban di wilayah Arab Saudi. Ia menjelaskan, kasus MERS CoV di Arab Saudi ada 1.026, di mana 450 di antaranya meninggal dunia yang mengartikan angka kematian 44 persen. Lalu pada 4 Juni 2015, Arab Saudi melaporkan 9 kasus baru MERS CoV di negara tersebut, 4 diantaranya meninggal dunia.‎ 

Tidak ada satupun negara yang melarang warganya untuk kesana (Arab Saudi-red). Hanya kita lah yang mampu mencegah virus tersebut masuk ke dalam diri kita. Jadi bagi calon jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi agar lebih mawas diri, jaga kesehatan baik-baik dan ikuti cara menjauhi virus MERS," jelas Tjandra dalam  wawancara dengan RRI, di Jakarta, Selasa (9/6/2015). 

Ada tiga cara ampuh yang dijabarkan oleh Tjandra untuk menghalau virus tersebut yakni dengan sering mencuci tangan pakai sabun. Diyakini jika setiap orang mencuci tangan pakai sabun maka virus-virus yang menempel di kulit tangan akan mati. "

Lalu yang kedua sering-sering memeriksakan diri ke petugas kesehatan yang ada di Arab Saudi. Serta yang terakhir jangan minum susu onta atau kontak langsung dengan unta. Meskipun belum 100 persen diyakini penyebab MERS karena unta, namun kita mesti hati-hati juga," jelasnya.(KBRN)

Selasa, 16 Juni 2015

Awal Ramadlan Jatuh Kamis

Add to Google Reader or Homepage
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Ramadlan 1436 H/2015 M jatuh pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2015. Penetapan awal Ramadlan tersebut diputuskan lewat Sidang Isbat yang digelar Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa malam (16/6).

Dengan ketetapan awal puasa yang jatuh pada hari Kamis (18/6), maka umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa serentak tahun ini. Sebab sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menetapkan awal Ramadlan jatuh pada hari Kamis (18/6). 

Sidang Isbat yang berlangsung tertutup itu dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dan dihadiri juga Wakil Ketua Umum KH Ma’ruf Amin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Machasin dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam. 

Lukman dalam penjelasannya mengatakan, Sidang Isbat dimulai pk. 18:20 WIB dan sebelumnya adanya pemaparan oleh pakar astronomi Cecep Nurwendaya yang menjelaskan posisi hilal (bulan). “Posisi hilal tidak hanya dilihat di wilayah nusantara tapi juga seluruh dunia, dan disimpulkan dari pemaparannya, bahwa posisi hilal masih di bawah ufuk sore tadi (Selasa sore) menjelang magrib,” terang Lukman. 

Selain itu, lanjut Lukman, dalam Sidang Isbat tadi kita mendapatkan laporan dari 36 pelaku rukyat yang ditugaskan Kementerian Agama tidak ada satu pun yang melihat hilal. Atas dasar itulah, tambah Lukman, seluruh peserta Sidang Isbat sepakat, maka bulan Syaban diistimalkan (disempurnakan) menjadi 30 hari, sehingga tanggal 1 Ramadlan 1436 H jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015.

“Dengan hasil Sidang Isbat ini maka mudah-mudahan seluruh umat Islam Indonesia dalam mengawali puasa Ramadlan secara serentak, bersama-sama,” tegas Lukman semangat untuk menyamakan cara pandang kita pada kriteria seperti apa hilal itu dapat dilihat,” jelas Lukman. 

Ia menambahkan sekarang ini kita dapat memulai awal Ramadlan secara serentak karena keberadaan hilal itu sendiri. “Ini karena berkah dari Allah Swt menempatkan hilal sedemikian rupa karena kita bisa bersama-sama memulai awal Ramadlan,” utara Lukman. 

Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Yrof DR Hj Chuzaimah Y. Tanggo, mengatakan kita tidak bisa menghilangkan sistem rukyat (melihat) hilal meskipun di tengah era globalisasi sekarang ini. “Sebab sistem rukyat sesuai hadis Nabi Muhammad Saw, bahwa berpuasalah kamu ketika melihat hilal, begitu juga ketika kita akan memasukki Idul Fitri juga berdasarkan melihat hilal,” papar Chuzaimah. 

Ia mengatakan dalam Sidang Isbat kali ini juga kita memadukan sistem hisab dan rukyat, dan alhamdulillah kita dapat mengawali puasa dengan bersama-sama. 

Din Syamsuddin mengharapkan Ramadlan ini dapat diisi dengan sebaik-baiknya dalam beribadah kepada Allah Swt, sehingga pada Idul Fitri nanti menjadi umat Islam mendapat predikat yang mutaqin dengan ibadah-ibadah Ramadlan. (poskota)

Rabu, 27 Mei 2015

Pelunasan Biaya Haji Dimulai 1 Juni

Add to Google Reader or Homepage
Kementerian Agama telah menetapkan pada tanggal 1 Juni 2015, menjadi tanggal dimulainya pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) bagi Calon Jemaah Haji reguler. 

Pelunasan meliputi biaya penerbangan haji, biaya pemondokan dan biaya hidup ini sebagai tindaklanjut dari ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2015 tentang BPIH.

"Perpres sudah ditetapkan, lalu mulai tanggal 1 sampai 30 Juni adalah tahap pelunasan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Gedung Kemenag Jakarta, Rabu 27 Mei 2015. 

Penjadwalan pada bulan Juni ini, menurut Lukman, merupakan periode pertama pelunasan. Jika dalam jangka waktu tersebut masih ada jamaah yang belum melunasi atau gagal berangkat, makan akan dibuka tahap kedua. “(tahap kedua) Kita priotitaskan bagi lansia,” tambahnya. 

Rata-rata BPIH tahun ini adalah sebesar USD2.717 atau sekira Rp33,98 juta dengan kurs dolar Rp12.500. Biaya ini turun sebesar USD502, dibanding tahun lalu sebesar USD3.219. (Viva.co.id) 

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Per Embarkasi : 

Aceh Sebesar USD2.401 
Medan sebesar USD 2.404
Batam sebesar USD 2.556 
Padang sebesar USD 2.561 
Palembang sebesar USD 2.623
 Jakarta sebesar USD 2.626 
Solo sebesar USD 2.769 
Surabaya sebesar USD 2.801 
Banjarmasin sebesar USD 2.924 
Balikpapan sebesar USD 2.926 
Makassar sebesar USD 3.055
 Lombok sebesar USD 2.962.

Presiden Umumkan Penurunan Biaya Haji 2015


Add to Google Reader or Homepage
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan biaya penyelenggaraan haji 2015 sebesar 502 dolar AS dari 3.219 dolar AS menjadi 2.717 dolar AS.

"Hari ini saya akan menyampaikan sebuah kabar yang baik bagi calon jamaah haji terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji 2015. Sebelumnya saya tandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji," kata Presiden Jokowi saat jumpa pers di Istana Merdeka Jakarta, Rabu. 

Ia mengatakan, dari Perpres itu Kementerian Agama kemudian melakukan langkah-langkah efisiensi dan menurut Presiden, Indonesia telah berhasil melakukan itu. 

Kepala Negara menambahkan besaran biaya ibadah haji tahun ini turun signifikan sebesar 502 dolar AS. 

"Alhamdulillah penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji berkat penghematan yang berhasil dilakukan dalam hal efisiensi rute penerbangan, transportasi darat dan melokalisasi pemondokan jamaah haji di Mekkah," katanya. 

Namun Presiden menekankan efisiensi ini tidak boleh mengurangi layanan kualitas justru kualitas pelayanan haji harus terus bisa ditingkatkan. 

"Efisiensi yang sudah diinisiasi dalam pelayanan publik seharusnya bisa diikuti kementerian/lembaga lain untuk memangkas biaya yang tidak perlu tanpa mengurangi kualitas layanan kepada publik. Semoga bisa meringankan biaya perjalanan haji bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah," katanya. 

Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2015. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan efisiensi biaya haji 502 dolar AS sama sekali tidak mengurangi kualitas layanan jamaah haji tahun ini. 

"Bahkan ada peningkatan kualitas berupa selama tinggal di Mekkah jamaah haji akan mendapatkan makan dari catering sekali sehari selama 15 hari dan penyediaan bus selama 24 jam bagi jamaah yang mendiami hotel dalam radius 2 km dari Masjidil Haram," katanya.

Selain itu pemondokan haji tahun ini juga dilokalisasi hanya dalam enam wilayah dari tahun sebelumnya 12 wilayah. (Antara) foto: ahmadramadlan.wordpress.com