Kamis, 16 Juli 2015

Raja Saudi Setujui Revisi Rencana Perluasan Masjid Nabawi

Add to Google Reader or Homepage 


Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menyetujui adanya revisi terhadap rencana proyek dan disains perluasan masjidi Nabawi yang mencakup proyek Darb Al-Sunnah (3 km bentangan antara Masjid Nabawi dan Masjid Quba dan pembangunan kembali Masjid Quba.

Persetujuan Raja Salman disampaikan saat mengadakan kunjungan di Madinah, baru-baru ini, dan disampaiakan di hadapan Putra Mahkota Mohammed bin Naif, Gubernur Madinah Pangeran faisal bin Salman, wakil Puta Mahkota Mohammed bin Salman dan Abdul Rahman Al Sudais, presiden Presidensi Dua Masjid Suci. 

Menteri Keuangan Arab Saudi mengatakan, raja telah meninjau ulang rencana, proposal dan disain proyek perluasan Masjid Nabawi, termasuk rencana proyek lainnya antara lain, Dar Al-Hijrah, pendirian Pusat Konferensi dan pengembangan daerah pusat baru di Madinah. Menurut rencana revisi, tahap pertama menyeluruh ini, akan dilakukan di sisi timur dari Masjid Nabawi, diikuti oleh pembangunan di sisi barat dalam fase kedua. (arabnews/foto flickr.com)

Selasa, 14 Juli 2015

Menag: Pemondokan Jemaah Haji Setara Hotel Bintang 3 dan 4


Add to Google Reader or Homepage 


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kualitas pemondokan jamaah haji di Mekkah setara dengan hotel bintang 3 dan 4. Hal itu ditegaskan Menag setelah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah hotel yang akan ditempati jamaah haji Indonesia selama di Mekkah

 “ Pagi ini saya melakukan pengecekan terhadap sejumlah hotel yang akan editempati jamaah. Di Jarwal (sekitar 1 Km dari Masjid Haram), saya mengunjungi bangunan 5 tower berkapasitas 21.500 jamaah yang disewa Tim Urusan Haji Indonesia,” demikian penjelasan Menag melalui telepon kepada Humas Kemenag, di Jakarta, Senin (13/07). 

Menag menuju Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Ikut mendampingi Menag dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. 

Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.

 “Saya juga melihat hotel di Mahbas Jin yang berkapasitas 5.000 jamaah dan di Syisha yang berdaya tampung 480 jamaah. Kamar di tiap pemondokan memuat 2 s/d 5 orang ber-AC, tv, dan kulkas. Juga terdapat mushalla, aula besar tempat makan bersama, dan ruang kantor,” jelas Menag. “Dari sisi fisik bangunan cukup baik persis hotel setara bintang 3 dan 4,” tambah Menag.

CEK BUS 

Selain mengecek pemondokan, Menag juga melakukan pengecekan kualitas bus shalawat yang akan menjadi sarana transportasi jamaah haji selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram. Pengecekan dilakukan Menag dengan menaiki langsung bus Rawaheel yang akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram.

“Di Terminal Syib Amir berjarak 200 meter dari Haram, saya banyak menerima penjelasan dari Ketua Tim Transportasi. Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014, dan akan melayani 6 wilayah, yaitu: Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah,” jelas Menag. 

Jamaah haji Indonesia di Makkah akan terkonsentrasi pada 6 wilayah saja, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tersebar sampai di 12 wilayah. Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada 6 wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram. (Humas Kemenag)

Minggu, 12 Juli 2015

Raja Salman Resmikan Tahap Tiga Perluasan Masjidil Haram



Add to Google Reader or Homepage 


Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah meresmikan lima proyek tahap tiga perluasan Masjidil Haram di Mekkah, Sabtu (11/7) malam.

Lima Proyek Tahap tiga yang diresmikan tersebut terdiri dari perluasan gerbang utama terdiri dari tiga pintu seberat 18 ton dan dioperasikan menggunakan remote kontrol. Juga diresmikan Proyek-proyek pembangunan lima terowongan pejalan kaki sepanjang 5.300 meter dari Masjidil Haram ke Manta'at Al-Hajoun dan Grouol. 
Selain itu, diresmikan pula pusat layanan yang mencakup gardu listrik, generator, peralatan pendingi air, pengolahan sampah, tangki dan air pompa untuk menghadapi kebakaran. Dibangun juga jalan melingkar pertama yang terletak di daerah pusat kegiatan ibadah dengan panjang 4.600 meter dan termasuk jalan layang dan underpass untuk memfasilitasi pergerakan dari daerah ke luar dengan tiga jalur di setiap arah. 

Abdulrahman Al-Sudais, Kepala Kepresidenan untuk urusan Dua Masjid Suci, mengatakan proyek perluasan multi-fase ini mencakup ruang total 1.470.000 meter persegi dan mampu menampung lebih dari 1.600.000 jamaah. 

Masjidil Haram memiliki gerbang otomatis yang dioperasikan dari ruang kontrol khusus dengan 78 gerbang yang mengelilingi perluasan bangunan tersebut. Proyek ini meliputi pula pemasangan 4.525 pengeras suara, sistem alarm kebakaran, sistem pengawasan dengan total 6.635 kamera untuk setiap bangunan, dan sistem kebersihan yang serba canggih. 

Menteri Keuangan Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf mengatakan proyek perluasan inii termasuk bangunan utama yang terdiri dari enam lantai untuk beribadah, pemasangan 680 eskalator dan 24 lift untuk orang dengan kebutuhan khusus, dan 21.000 toilet dan tempat wudhu. 

Dia menunjukkan bahwa pembukaan fase ekspansi ketiga adalah perpanjangan dari ekspansi bersejarah sebelumnya, yang dimulai atas perintah raja pendiri dan diselesaikan oleh Raja Saud dan Faisal. Perluasan kawasan timur selesai pada masa pemerintahan Raja Khalid , dan sisi barat itu dilakukan pada masa pemerintahan Raja Fahd dan perluasan mataf mulai pada masa pemerintahan almarhum Raja Abdullah dan selesai pada masa pemerintahan Raja Salman. (Arabnews)

Selasa, 07 Juli 2015

Hubungan Pendek Picu Percikan Api di Masjidil Haram

Add to Google Reader or Homepage 


Percikan api kecil menimpa bagian atap Masjidil Haram Senin (6/7) pagi, sekitar pukul 02.00 WAS. Menyebabkan seorang anggota Pertahanan Sipil, seorang petugas keamanan dan tiga pekerja mengalami luka ringan. 

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 2 pagi dan mencakup area seluas 45 meter persegi di atap Masa'a, di mana saat ini pekerjaan konstruksi sedang dilakukan. Pertahanan Sipil, dan keamanan Masjidil Haram beserta tim penyelamat berhasil mengendalikan percikan api tersebut dengan alat pemadam kebakaran. 

Penyelidikan awal menetapkan bahwa balok besi hari sebelumnya, ditutupi plastik untuk melindungi pekerja, ditempatkan pada paket kabel yang terhubung ke kamera. Ini telah menempatkan beban pada kabel dan mengakibatkan hubungan pendek, yang telah membakar plastik. 

Letnan Kolonel Saeed bin Sarhan, juru bicara Pertahanan Sipil di Makkah, mengatakan Kebakaran terjadi di daerah di bawah konstruksi, jauh dari jamaah yang sedang melakukan tawaf dan sa’i.

Sementara itu, Pertahanan Sipil di Makkah mengevakuasi 23 peziarah dari sebuah hotel di kawasan Aljumaizah setelah kebakaran terjadi, disebabkan oleh hubungan pendek dari televisi plasma di lantai enam.Pertahanan Sipil berhasil memadamkan api dan para peziarah dapat kembali ke kamar mereka. (Arabnews)

Arab Saudi Buka Bandara Super Megah di Madinah

Add to Google Reader or Homepage 
Rangkaian ibadah haji yang akan berlangsung medio September mendatang membuat Arab meresmikan bandara baru di Madinah senilai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun. 

Menurut pejabat penerbangan setempat, Sulaiman Alhamdan, bandara ini dibangun atas kerjasama sejumlah pihak

"Inilah buah dari kerjasama antara GACA dengan konsorsium yang terdiri dari perusahaan pengembang bandara seperti Tibah, TAV, dan Saudi Oger," katanya seperti dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (7/7). 

Menurutnya, sejak dikembangkan 10 tahun lalu, bandara selalu mengalami peningkatan penumpang. Apalagi jumlah perusahaan penerbangan kini mencapai 36 maskapai."Saya yakin selama musim haji, perusahaan penerbangan bisa meningkat hingga 45 maskapai," lanjutnya. 

Bandara Madinah ini diprediksi bisa menampung 8 juta orang per tahun di tahap pertama. Setelah itu akan terus meningkat menjadi 18 juta orang di tahap ketiga dan 40 juta orang di tahap pengembangan terakhir. Luas bandara mencapai 155 ribu meter persegi dengan 72 lokasi check in bagi penumpang. (Republika/foto  SKYCRAPERS CITY)

Selasa, 30 Juni 2015

Kemenag Gandeng Polri Untuk Lindungi Jemaah Umrah

Add to Google Reader or Homepage

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggandeng jajaran Polri untuk melindungi jamaah umrah di tengah besarnya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah. 

"Jamaah umrah memerlukan perlindungan dan perlindungan ini dimulai dari penandatanganan nota kesepahaman Kemenag dengan Polri untuk menegakkan hukum terkait penyelenggaraan haji khusus dan umrah," katanya di Jakarta, Senin (29/6). 

Nota kesepahaman itu, kata Menag Lukman, merupakan salah satu bentuk kerja sama dua instansi negara dalam memerangi kasus kriminal seperti penipuan terhadap jamaah umrah oleh travel tidak berizin. 

Menurut Menag, nota kesepahaman ini menjadi sebuah antisipasi agar tidak terjadi lebih banyak penipuan oleh biro perjalanan bodong. 

Biro umrah tidak resmi atau bodong, kata dia, dapat dipolisikan karena ilegal atau tidak mendapatkan izin dari Kemenag untuk menjalankan usahanya. 

Sementara untuk biro umrah resmi, pembinaannya ada di bawah Kemenag sehingga jika mereka melakukan penipuan akan ditindak langsung oleh Kemenag. 

Menurut politisi PPP ini, hal tersebut perlu dilakukan seiring tren masyarakat yang lebih memilih beribadah umrah daripada haji karena alasan keterbatasan kuota jamaah haji di Arab Saudi. 

Apalagi, saat ini Saudi masih memberlakukan pemotongan kuota 20 persen jamaah haji untuk setiap negara sehingga antrean calon haji di Indonesia terbilang panjang hingga 15-20 tahun. 

"Dengan animo besarnya masyarakat, maka ini (perlindungan) perlu. Penyimpangan oleh biro umrah itu bisa dilihat. Semakin banyaknya kasus jamaah mendapatkan penipuan, maka dia tidak jadi berangkat. Mereka hadapi persoalan. Pemerintah tidak bisa lepas dari persoalan-persoalan ini," katanya. 

Lukman mengatakan kerja sama dengan Polri ini merupakan langkah taktis untuk mencegah berbagai kasus kriminal terkait umrah seperti penipuan atau modus pemberangkatan jamaah umrah menuju daerah konflik.

Polri, kata dia, sudah berpengalaman atasi berbagai kasus kriminal. Maka dengan kerja sama ini berbagai tindakan kriminal terkait umrah dapat ditindak dan dicegah. 

Selain itu, kerja sama ini akan dapat memberi rasa aman dan kepastian terhadap jamaah haji Indonesia.(Antara/Foto Viva.co.id)