Kamis, 23 April 2015

Alhamdulillah, BPIH 2015 Turun


Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini akhirnya disepakati pada nominal rata-rata USD 2.717 atau turun 502 dollar dibandingkan tahun lalu.

  “Setelah berminggu-minggu rapat, mengkoreksi berbagai komponen biaya yang kami yakin bisa direvisi, maka pada menjelang subuh Rabu ini, panja BPIH bersama Kementrian Agama berhasil menyepakati besaran BPIH tahun 2015 di angka USD 2717,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah dalam keterangannya yang dikirimkan kepada Republika, Rabu (22/4). 

Penurunan BPIH sebesar 502 dollar Amerika dari nilai tahun lalu yang mencapai nominal 3.219 USD didapat dari efisiensi direct dan indirect cost. Selama ini, kata dia, Komisi VIII memang melihat ada beberapa komponen baik dari direct cost maupun indirect cost yang bisa direvisi untuk mengalami penurunan, namun dengan tidak menurunkan kualitas pelayanan.

 “Dua faktor utama yang menjadi penurun biaya cukup besar adalah soal biaya penerbangan dan pemondokan,” kata anggota legislative dari PKS ini. Ledia mengingatkan kembali bahwa tren penurunan harga minyak dunia jelas mempengaruhi biaya avtur dalam penerbangan. 

“Logika sederhanya, kalau harga minyak turun, bahan bakar lebih murah, biaya penerbangan harus bisa turun juga kan,” ujarnya. Begitu pula dengan soal pemondokan. Kata dia, semakin jauh area pemondokan dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, maka tentu akan semakin murah. Mengingat saat ini di Arab Saudi sedanga ada renovasio besar-besaran di sekitar kedua masjid tersebut, katanya 

Pemondokan yang diterima jamaah Indonesia memang cenderung menjauh. “Maka kami minta agar dikuatkan negosiasi harga agar bisa lebih murah. Tentu syarat utama tetap dipenuhi. Fasilitas tidak berkurang dan jarak tetap dalam ukuran di Mekah tidak lebih dari 2km dan di Madinah tetap berada di areal Markaziyah,” ujarnya 

Di luar dua hal utama itu, beberapa aksi efisiensi juga dilakukan terkait biaya layanan kloter, biaya transportasi, biaya manasik, biaya akomodasi embarkasi dan beberapa hal lain. Selain bersyukur karena BPIH tahun ini bisa disepakati turun. 

Ledia sangat berharap, bahwa pembahasan demi pembahasan BPIH tahun 2015 ini bisa menjadi batu loncatan bagi pemerintah untuk merapikan komponen APBN 2016 sekaligus bersegera menindaklanjuti implementasi Undang-undang No 34 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang diantaranya mengamanahkan pembentukan Badan Pengelola Keuangan Haji. (Republika)

Kamis, 09 April 2015

KPHI: BPIH 2015 Jangan Beratkan Jamaah


Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) mengaku tidak memiliki wewenang untuk menyebutkam besaran BPIH ideal untuk tahun 2015. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPHI, Slamet Effendi Yusuf. 

Ia mengatakan, KPHI akan mencermati beberapa komponen yang dapat diefisiensikan agar besaran BPIH 2015 tidak memberatkan jamaah haji. Seperti turunnya harga avtur. Turunnya harga avtur ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan DPR dalam menetapkan BPIH. 

Selain itu, pemerintah juga harus mampu memperhatikan komponen apa saja yang terdapat dalam indirect cost. Jangan sampai komponen yang seharusnya dibiayai oleh APBN malah dibiayai oleh dana jamaah. Seperti biaya operasional kesekretariatan haji dan lainnya. Jika pemerintah mampu memetakan komponen yang terdapat di indirect cost. Maka dana yang bersumber dari jamaah dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.   

"Saya tidak ingin bicara angka BPIH yang wajarnya berapa. Tapi tolong beberapa faktor yang harus dihitung. Jadi pertama berkaitan dengan turunya harga avtur. Kita juga mengharapkan rancangan tentang Indirect cost. Saya pikir harus dicermati komponen apa saja yang terdapat di indirect cost yang dananya berasal dari dana jamaah,"ujar Slamet Effendi Yusuf kepada Republika, Rabu (8/4).

Adapun untuk harga pemondokan, katering maupun transportasi darat di makkah maupun madinah. Ia mengatakan bahwa harga ketiga komponen tersebut mengikuti harga yang ditetapkan oleh pihak Saudi. Walaupun masih dapat dinegoisasikan, namun ia menilai penurunan tidak akan terlalu siginifikan.

Jika ingin mendapati pemondokan, katering maupun transportasi darat dengan harga terjangkau, ia menyarankan pemerintah untuk melakukan kontrak jangka panjang. Ia berharap proses penetapan BPIH segera dilakukan dan BPIH yang ditetapkan tidak memberatkan jamaah.(Republika)

Selasa, 03 Maret 2015

Biaya Haji Berpeluang Turun 600 USD

Add to Google Reader or Homepage
Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja BPIH) DPR RI mengatakan ongkos haji tahun 2015 berpeluang turun sebesar 600 dolar Amerika Serikat.

"Hitungan kami dengan Pak Anggito Abimanyu (mantan Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh Kemenag) itu ada peluang biaya haji turun 600 dolar AS," kata Ketua Panja BPIH DPR RI Sodik Mudjahid di Bandung, Rabu. 


Ditemui usai menyelenggarakan kegiatan reses di Bandung, ia mengatakan bahwa perhitungan tersebut nantinya akan menjadi pedoman DPR bersama pemerintah untuk menurunkan biaya haji.

"Ini akan terus jadi pedoman kami, untuk negosisisi dengan pemerintah. Intinya akan diperjuangan terus," kata dia.

Menurut dia, perhitungan turunnya biaya haji tersebut didapatkan dari beberapa sektor penurunan harga avtur (bahan bakar pesawat) bagian dari pesawat, efisiensi petugas haji, efisiensi catering, kontrakan dan pondokan, termasuk efisiensi transportasi darat.

"Demikian juga dengan yang kecil seperti biaya manasik haji dan buku, itu bisa diefisiensikan, harusnya bisa ditekan hingga 600 US dolar," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, usulan penurunan biaya haji tersebut akan dibahas dengan pemerintah yakni antara Panja BPIH DPR RI dan Kementerian Agama RI.

"Istilahnya nanti akan dibahas karena belum semua anggota panja tahu. Hasil penghitungan kami nantinya akan disingkronkan dengan hasil penghitungan panja Kemenag, yang jelas peluang untuk penurunan haji ini mencapai hingga 600 US dolar," katanya.

Ia menambahkan Panja BPIH Komisi VIII DPR RI pun akan melakukan observasi ke beberapa mitra perusahaan kerjasama haji pada tanggal 13 Maret 2015 mendatang.

"Itu termasuk melakukan kunjungan dengan mitra kerjasama yang ada di Arab Saudi," kata dia. (Antara)

Jumat, 27 Februari 2015

Biaya Haji Tahun ini Berpotensi Turun

Add to Google Reader or Homepage
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2015 berpotensi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sinyal ke arah itu muncul setelah Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR memiliki keinginan yang sama agar BPIH tahun ini turun. 

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin kepada Republika, Senin (23/2) mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan BPIH 2015 kepada Komisi VIII DPR. 

Dalam usulan tersebut, BPIH 2015 dinyatakan sebesar 3.193 dolar AS atau lebih rendah dibandingkan BPIH tahun lalu, yakni 3.219 dolar AS. 

Menag menjelaskan, usulan penurunan BPIH tersebut didasarkan oleh turunnya harga minyak dunia sehingga harga avtur (bahan bakar pesawat terbang) juga turun. Ia berharap, tren penurunan harga minyak dunia ini terus berlanjut sehingga ongkos haji bisa semakin turun. 

Meski harga minyak dunia turun, lanjut Menag, komponen BPIH lainnya, seperti pemondokan justru cenderung naik. Hal ini karena jumlah pemondokan di Tanah Suci yang terbatas akibat proyek renovasi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. 

Untuk membahas usulan BPIH tersebut, kata Menag, pihaknya sedang menjalin komunikasi dengan DPR yang tengah menjalani masa reses. 

Ia berharap, setelah anggota DPR kembali bersidang, usulan penurunan biaya haji itu dapat segera disetujui. "Target kita bulan April ini sudah bisa diselesaikan," kata dia. 

Ia menambahkan, prinsip yang dibangun dalam mendiskusikan BPIH dengan DPR adalah keterbukaan semua komponen harga. 

Dalam pembahasan BPIH ini, Kemenag siap menerima masukan dari DPR, termasuk jika DPR menginginkan besaran BPIH dapat lebih diturunkan dari yang diusulkan Kemenag. ''Jadi, selama alasannya rasional, tentu dengan senang hati. Pemerintah tentu sangat berkeinginan harga itu semurah mungkin.'' 

Saat dikonfirmasi hal ini, Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengaku sudah menerima usulan BPIH dari Kemenag. Namun, Komisi VIII menilai, usulan BPIH yang diajukan Kemenag masih terlalu tinggi. 

Karena itu, Komisi VIII meminta Kemenag untuk menghitung ulang agar BPIH dapat lebih diturunkan lagi. Menurutnya, terdapat banyak komponen BPIH yang dapat diefisienkan sehingga BPIH bisa turun. ''Seperti, avtur dan sewa pesawat yang saat ini trennya mengalami penurunan harga.'' 

''Untuk BPIH 2015, kami ingin agar penurunannya mencapai 10 persen hingga 15 persen. Tak jauh dari penurunan harga minyak dunia, sekitar Rp 3 juta - Rp 3,5 juta,'' katanya. (Republika)

Senin, 19 Januari 2015

Puncak Haji 2015, Saat Musim Panas

Add to Google Reader or Homepage


Puncak haji 2015, saat jemaah haji berada di Arafah-Mina, cuaca Arab Saudi pada saat itu masuk musim panas. Hal itu tertuang dalam siaran pers Pusat komunikasi Publik Kemenkes, 16 Januari 2015. 

Untuk itu, pihak Kemenkes mewaspadai “heat stroke” akan menjadi masalah serius bagi jemaah haji Indonesia. Langkah persiapan yang yang perlu dilakukan dalam penyiapan kesehatan jemaah adalah aklimatisasi, peningkatan kebugaran, kecukupan asupan gizi (termasuk air), dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan antisipasi kasus heat stroke di kota perhajian. 

Dalam rangka persiapan pelaksanaan haji 1436H/2015, Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek bersama Menteri Agama  Lukman Hakim Syaifudin bertolak ke Tanah Suci pada tanggal 11-16 Januari 2015. 

Kunjungan kedua menteri ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan pelayanan pelaksanaan haji oleh Kantor Urusan Haji dan kesiapan Balai Pengobatan Haji Indonesia milik Pemerintah Indonesia untuk memberikan pelayanan yang diperlukan oleh jamaah haji Indonesia. 

Agenda utama dalam perjalanan ini adalah pertemuan antara Pemerintah Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, dengan Kementerian Haji Pemerintah Arab Saudi. 

Tujuan diadakannya pertemuan ini adalah dicapainya kesepakatan kedua negara mengenai jumlah kuota jemaah haji pada tahun 1436H/2015M, kuantitas dan kualitas layanan yang dibutuhkan jemaah haji Indonesia, dan kesepakatan akan jumlah petugas haji yang dibutuhkan jemaah haji Indonesia (termasuk jumlah petugas kesehatan). 

Pada awalnya, Pemerintah Arab Saudi berencana untuk mengurangi jumlah petugas haji, namun pada akhirnya dicapai kesepakatan bahwa tidak akan ada pengurangan. Jumlah petugas/tenaga kesehatan pada pelaksanaan haji 1436H akan tetap jumlahnya seperti tahun sebelumnya (309 orang dari berbagai latar belakang profesi kesehatan). 

Menteri Kesehatan menghimbau agar calon jemaah haji secara aktif menjaga kesehatan diri jauh sebelum keberangkatan, baik fisik maupun mental, agar berada dalam kondisi prima saat di Tanah Suci. (ts)