Jelang kepulangan ke Tanah Air, para jamaah haji Indonesia di Madinah
berbondong-bondong menyerbu deretan toko emas di sekitar Masjid Nabawi. Mereka
mencari cincin, gelang, liontin, serta perhiasan lain untuk kenang-kenangan di
tempat asalnya.
"Untuk kenang-kenangan saja," ujar salah seorang jamaah haji asal
Semarang, Siti Qomariyah, di Madinah, Sabtu (1/10/2016).
Bersama suaminya, Qomariyah memutuskan membeli cincin seberat 6,7 gram dengan
kadar 21 karat senilai 1.050 riyal. Cukup mahal memang untuk ukuran oleh-oleh,
namun ia mengatakan uang untuk membeli cincin merupakan sisa living cost yang
diberikan pemerintah sebesar 1.500 riyal per jamaah. Tampaknya dia memilih
berhemat demi membeli kenang-kenangan emas.
Mitos membeli emas di Haramain bakal menjadikan yang bersangkutan di masa
mendatang diberi kesempatan kembali ke Tanah Suci juga menjadi pertimbangan
lain jamaah membeli oleh-oleh ini.
"Kepenginnya kita ingin ke sini lagi. Insya Allah kalau bisa kita
kembali sama anak-anak," ucapnya.
Jamaah lainnya, Astutik Muniroh, asal Sidoarjo, juga memutuskan membeli
oleh-oleh emas Madinah. Dia membeli gelang untuk diberikan kepada putri semata
wayangnya. Astutik mengatakan, emas Madinah lebih cemerlang sehingga layak
dijadikan oleh-oleh untuk orang-orang tersayang. (okezone.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar