"Ya kalau pakai misalnya saja sajadah
yang tidak halal karena proses pembuatannya ya katakan saja menggunakan bulu
babi," kata Firman.
Pasar Baru kerap dipilih oleh jemaah haji yang baru pulang dari
Arab Saudi untuk membeli buah tangan karena tak memiliki waktu banyak saat di
Tanah Suci. Bagi Anda yang ingin membeli buah tangan asal Tanah Suci ada
baiknya lebih hati-hati.
Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI), Firman Turmantara,
mencurigai kehalalan produk asal China yang dijual di Arab Saudi. Mayoritas
masyarakat yang menganggap barang dijual di Tanah Suci dijamin kehalalannya itu
nyatanya patut diperhatikan.
Yang harus diperhatikan tentu saja bukan hanya produk makanan atau minuman,
melainkan produk seperti sajadah, kopiah, mukena, serta wewangian asal China
patut dipertanyakan kehalalannya. Terlebih label halal di setiap negara
memiliki kriteria berbeda-beda.
"Pelaku usaha yang memang membeli barang dari Arab lalu dijual di kita
seperti Pasar Baru, dan Tanah Abang itu disarankan tidak membeli produk China.
Bukannya menjatuhkan, tapi belum ada kepastian terhadap kehalalan produk asal
negara yang mayoritas penduduknya non-muslim itu," ujar Firman kepada
Merdeka Bandung, Selasa (11/10).
Kesadaran masyarakat muslim di Indonesia terhadap produk di luar pangan
masih sangat minim. Padahal, produk khususnya oleh-oleh dari Arab Saudi seperti
sajadah, mukena, dan lainnya itu harus dipastikan betul kehalalannya. Jangan
sampai, lanjutnya, masyarakat terjebak ketidakhalalan dari produk tersebut.
"Ya kalau pakai misalnya saja sajadah yang tidak halal karena proses
pembuatannya ya katakan saja menggunakan bulu babi, itu sama saja dengan produk
tersebut haram. Nah, ini yang terkadang kurang diperhatikan. Konsumen fokus
pada label halal dan haram hanya pada makanan saja," ujarnya.
Dengan adanya keraguan atas kehalalan produk yang diproduksi oleh China dan
dijual di Arab, Firman akan mendesak pihak pemerintah Arab untuk lebih teliti
dan mampu menjamin bahwa semua produk yang masuk ke Tanah Suci adalah halal.
Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penelitian terhadap
produk-produk yang berasal dari China dan didatangkan ke Arab untuk
diperjualbelikan khususnya kebutuhan beribadah bagi umat muslim. Setelahnya, ia
akan mengirimkan surat rekomendasi bagi pemerintah Arab Saudi terkait hal
tersebut.(bandung.merdeka.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar