Senin, 31 Agustus 2015

Siskohat Perlu Diadaptasikan dengan E-Hajj

Add to Google Reader or Homepage
Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Kementerian Agama perlu mengadaptasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan sistem e-hajj yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. 

"Dengan begitu, pengiriman data jamaah calon haji yang jumlahnya sangat besar, dapat dilakukan dalam jaringan," kata Saleh Daulay dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Ahad (30/8).

Sejalan dengan itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai Kementerian Agama perlu melatih tenaga IT dalam jumlah yang cukup yang diharapkan dapat mengoperasikan sistem e-hajj. 

Terkait penyelenggaraan haji 2015, Saleh meminta Kementerian Agama menjadikan permasalahan pengurusan visa jamaah calon haji yang terjadi sebagai pelajaran berharga. 

Menurut Saleh, meskipun akhirnya seluruh jamaah calon haji bisa berangkat, permasalahan itu tetap menjadi sesuatu yang mengganggu terutama bagi mereka yang terpisah dari keluarganya. 

"Misalnya, suami yang terpisah dengan isteri atau orang tua yang pisah dengan anak dalam rombongan KBIH dengan kelompoknya dan lain-lain," tuturnya. 

Saleh mengatakan teknologi informasi berupa e-hajj seharusnya bertujuan untuk mempermudah pengurusan visa jamaah calon haji. Namun, tahun ini justru ditemukan kesulitan dan terkesan ada sesuatu yang salah dalam proses input data.

 "Agar tidak terulang lagi diperlukan evaluasi terhadap kesiapan Kementerian Agama dalam beradaptasi dengan sistem e-hajj pemerintah Arab Saudi," katanya. (antara/republika)

Tidak ada komentar: