Jumat, 07 Oktober 2016

Memotivasi Warga Tunaikan Ibadah Haji


Tradisi arak-arakan haji sudah menjadi agenda rutin jemaah haji OKI yang baru pulang dari tanah suci. Mereka diarak sepanjang jalan di Kota Kayuagung. Sehingga ditonton masyarakat sekitar maupun pengendara yang melintas.

Tenda ukuran sekitar 6x8 m sudah terpasang di depan rumah H Abu Ateng, tokoh masyarakat setempat yang berada di Jalan Muhtar Saleh, Kota Kayuagung, kemarin (6/10), sekitar pukul 08.00 WIB. Sebagian besar dari mereka memakai serban. Ada juga yang pakai kopiah putih dan gamis atau baju panjang hingga mata kaki.


Ya, mereka adalah jemaah haji Kabupaten OKI yang jumlahnya sekitar 200 orang dari 275 orang yang baru pulang dari tanah suci beberapa waktu lalu. Jemaah yang baru datang diantar anggota keluarganya tampak disambut sambil bersalaman. 

Di antara ratusan rombongan jemaah, tampak H Iskandar SE dan Hj Lindasari SE, bupati OKI dan ketua TP PKK Kabupaten OKI. Saat itu, H Iskandar SE yang mengenakan serban putih motif kotak-kotak warna merah merupakan salah satu jemaah haji yang juga ikut diarak. Keduanya tampak asyik mengobrol dan menyalami jemaah yang mendekat. Sebagian malah ada yang mengajak berfoto menggunakan ponsel.
 
Setelah semuanya berkumpul, sekitar pukul 09.00 WIB, para rombongan arak-arakan berjalan pelan menuju Pendopoan Kabupatenan, rumah dinas Bupati OKI. Terlihat H Iskandar SE berada di baris depan untuk rombongan pria, begitupun Hj Lindasari untuk jemaah perempuan.
 
Dengam jarak sekitar 1 km meter menuju kabupatenan, para jemaah haji melantunkan salawat nabi. Tampak yang mengomandoi adalah jemaah dari barisan depan.

Sepanjang perjalanan, warga yang lewat maupun yang sengaja menunggu tampak memberi selamat sambil berteriak. “Selamat, Pak. Selamat, Bu,” ucap mereka kepada rombongan arak-arakan haji. Bahkan beberapa pengendara sengaja berhenti sejenak untuk melambaikan tangan sambil mengucapkan selamat dan mendoakan agar menjadi haji mabrur.

Memang, tradisi arak-arakan haji tak asing bagi masyarakat Kayuagung. Agar berjalan tertib dan lancar, saat berlangsung arak-arakan diatur oleh jajaran Polres OKI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten OKI.

Setelah berjalan kaki sekitar satu jam, pukul 10.00 WIB, rombongan haji ini tiba di pendopoan. Mereka disambut dan disalami oleh Wakil Bupati (Wabup) OKI HM Rifai beserta kepala satu kerja perangkat daerah (SKPD) dan istrinya, serta dari kejaksaan, Kementerian Agama (Kemenag), serta TNI dan Polri.

Selanjutnya, para jemaah dipersilakan duduk untuk mendengarkan tausiyah oleh Ustaz Sulaiman. Materinya mengajak semua umat muslim yang hadir untuk lebih meningkatkan takwa. “Khusus bagi jemaah baru tiba, semoga menjadi haji yang mabrur,” ucapnya. Usai tausiyah, dilanjutkan doa dan makan siang bersama.

Kabag Kesra Setda OKI Asnil Fikri menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang terus dijaga. Maknanya saling mempererat tali silaturahim, syiar Islam, juga mengajak masyarakat OKI yang belum naik haji agar menyusul tahun mendatang. “Kan ramai anak kecil, remaja dan para orang tua yang melihat. Diharapkan dengan adanya arakan tersebut, mereka yang menonton terketuk hatinya dan termotivasi ingin menunaikan rukun Islam yang kelima,” ucapnya.

Ke depan, Asnil berharap kegiatan ini akan diusahakan lebih ramai. Jadi selain jemaah haji yang baru pulang, juga akan diikutsertakan warga lain yang telah menunaikan haji untuk ikut serta.

Sementara itu, Bupati OKI H Iskandar SE mengaku, kegiatan itu adalah tradisi yang sudah dilakukan sejak lama. Diharapkan membangkitkan kesadaran warga lain supaya dapat melaksanakan ibadah haji musim yang akan datang. ”Mudah-mudahan hal ini dapat memotivasi anak-anak dan masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji,” urainya.

Bupati yang ikut dalam rombongan keberangkatan haji regular ini mengungkapkan, saat ini jumlah JCH OKI yang terdaftar merupakan yang ketiga terbesar ketiga di Sumsel, yakni berjumlah 6.513 orang JCH. “Ini menunjukkan tingkat kesadaran akan beragama semakin tinggi. Kami menganggap ini sebagai potensi besar dalam rangka menuju Kabupaten OKI yang agamis, tenteram, damai, dan sejahtera,” bebernya.

Jemaah haji Kabupaten OKI tahun 2016 terbagi dua kloter. Yakni kloter 1 yang berangkat pada 9 Agustus dan pulang ke Indonesia pada 18 September. Berikutnya kloter 9 yang berangkat pada 17 Agustus 2016 dan pulang ke Indonesia 26 september. “Dari 276 jemaah asal Kabupaten OKI yang berangkat, ada satu jemaah yang meninggal dunia, yakni almarhum H Muhammad bin Hamid dari Desa Tugu Jaya, Kecamatan Lempuing,” terang Iskandar. 

Pemkab OKI, lanjut Iskandar, akan selalu berusaha untuk mendukung serta memfasilitasi kepentingan-kepentingan yang menyangkut pelayanan ibadah haji. Sehingga dari setiap tahun selalu ada perbaikan dan peningkatan pelayanan. “Saya mengimbau kepada para jemaah haji untuk bahu membahu membangun kultur Kabupaten OKI, agar senantiasa selalu terjaga dari pengaruh budaya-budaya negatif yang datang dari luar,” terangnya.

Sedangkan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, H Ahmad Nasuhi, yang turut hadir mengaku mengapresiasi langkah Pemkab OKI yang mempertahankan tradisi kebaikan. Salah satunya tradisi arak-arakan jemaah haji. “Tradisi ini adalah tradisi kebaikan. Tujuannya tentu untuk memotivasi. Karena saat arak-arakan banyak anak-anak dan masyarakat yang melihat. Ini tentunya akan memotivasi mereka untuk dapat menunaikan ibadah haji. Jadi jangan sampai ilang”paparnya.(sumeks.co.id/ Agustriawan - Kayuagung)

Tidak ada komentar: