Jumlah pendaftar haji di Kabupaten Kulonprogo mengalami lonjakan pasca
pembayaran ganti untung bagi warga terdampak bandara. Sebelum ada ganti untung,
jumlah pendaftar haji yang menyerahkan berkas perhari di Kantor Kementerian
Agama (Kemenag) hanya mencapai 2 hingga 5 orang perhari, kini melonjak menjadi
10 hingga 15 perhari dan mayoritas dari warga terdampak bandara.
"Alhamdulillah terjadi lonjakan pendaftar haji. Kami ikut senang,
karena uang ganti untung dari warga terdampak langsung digunakan untuk
mendaftar haji. Mereka mendaftar mayoritas dalam satu keluarga minimal empat
orang, orang tua dan anak, bahkan adapula yang mengajak menantunya," ujar
Staf Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kulonprogo Muhammadi sembari
menambahkan bahwa daftar tunggu haji untuk DIY sekarang sampai tahun 2035.
Salah satu pendaftar haji, Karni (49) warga Pedukuhan Bayeman Desa Sindutan
Kecamatan Temon mengaku sudah mendaftar haji untuk berempat, dirinya, suami dan
dua putrinya. "Uang ganti untung dari ladang saya pakai untuk mendaftar
haji. Sebelumnya saya memang sudah berniat bila ada rejeki lebih maka yang
pertama dilakukan adalah mendaftar haji. Kebetulan ladang kami termasuk yang
terkena dampak pembangunan bandara, sehingga dapat ganti untung," kata
Karni yang ditemui saat menyerahkan berkas pendaftaran hajinya, Senin
(10/10/2016).
Hal yang sama dikatakan Sunarno (59) warga Pedukuhan Bebekan Desa Glagah
Kecamatan Temon. Ia juga mendapatkan ganti untung dari tanah tegalan.
"Alhamdulillah, uangnya saya pakai untuk mendaftar haji, lebih bermanfaat
dan melaksanakan Rukun Islam ke-5 bila mampu menunaikan ibadah haji,"
tandasnya.(krjogja.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar