Selasa, 11 Oktober 2016

Ganti Untung Bandara Dibayarkan, Pendaftar Haji Melonjak

Jumlah pendaftar haji di Kabupaten Kulonprogo mengalami lonjakan pasca pembayaran ganti untung bagi warga terdampak bandara. Sebelum ada ganti untung, jumlah pendaftar haji yang menyerahkan berkas perhari di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) hanya mencapai 2 hingga 5 orang perhari, kini melonjak menjadi 10 hingga 15 perhari dan mayoritas dari warga terdampak bandara.

"Alhamdulillah terjadi lonjakan pendaftar haji. Kami ikut senang, karena uang ganti untung dari warga terdampak langsung digunakan untuk mendaftar haji. Mereka mendaftar mayoritas dalam satu keluarga minimal empat orang, orang tua dan anak, bahkan adapula yang mengajak menantunya," ujar Staf Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kulonprogo Muhammadi sembari menambahkan bahwa daftar tunggu haji untuk DIY sekarang sampai tahun 2035.

Salah satu pendaftar haji, Karni (49) warga Pedukuhan Bayeman Desa Sindutan Kecamatan Temon mengaku sudah mendaftar haji untuk berempat, dirinya, suami dan dua putrinya. "Uang ganti untung dari ladang saya pakai untuk mendaftar haji. Sebelumnya saya memang sudah berniat bila ada rejeki lebih maka yang pertama dilakukan adalah mendaftar haji. Kebetulan ladang kami termasuk yang terkena dampak pembangunan bandara, sehingga dapat ganti untung," kata Karni yang ditemui saat menyerahkan berkas pendaftaran hajinya, Senin (10/10/2016).

Hal yang sama dikatakan Sunarno (59) warga Pedukuhan Bebekan Desa Glagah Kecamatan Temon. Ia juga mendapatkan ganti untung dari tanah tegalan. "Alhamdulillah, uangnya saya pakai untuk mendaftar haji, lebih bermanfaat dan melaksanakan Rukun Islam ke-5 bila mampu menunaikan ibadah haji," tandasnya.(krjogja.com)

Tidak ada komentar: