DPR menggelar rapat konsultasi terkait
pelaksanaan haji 2016. Menurut Ketua
DPR Ade Komarudin pun menyebutkan sejumlah pihak terkait yang ikut dalam rapat.
"Kita melaksanakan rapat
konsultasi dihadiri oleh Menteri Agama, Dirjen Kemenag, Wamenlu, Sekjen Depkes,
Kasum TNI, Kabarhakam Polri, staf ahli Kemenlu, dan instansi-instansi yang
terkait pelaksanaan haji," ucap Ade Komarudin di Kompleks Gedung Parlemen,
Senayan, Jakarta, Senin, 26 September 2016.
"Adapula DPR pimpinan Komisi I,
Komisi VIII, Komisi V, Komisi IX, saya bersama dengan Pak Agus (Agus Hermanto)
memimpin rapat," politikus Golkar yang akrab disapa Akom tersebut.
Ia menjelaskan, karena ini merupakan
rapat konsultasi yang tidak ada kesimpulan, maka kesepakatan pun diambil.
"Yang pertama, dewan sepakat
dari sejak awal memberikan apresiasi ke pemerintah dalam hal ini Kemenag plus
instansi-instansi yang saya sebutkan dan Menlu, Dubes Arab Saudi juga bagus,
atas penyelenggaraan haji yang sekarang jauh lebih baik dari pada
sebelumnya," Akom memaparkan.
Selain tidak ada masalah, lanjut
dia, tetapi pelaksanaan pelayanan haji di Arab Saudi juga lebih
baik. Namun perlu ada beberapa perbaikan agar lebih baik lagi ke depannya.
"Lalu soal kuota, apakah
legislatif maupun eksekutif, Menag dan Kemenlu untuk merubah kuota jadi kembali
seperti sebelumnya. Dilakukan langkah-langkah hubungan trilateral dengan
beberapa negara sahabat di kawasan yang kuotanya tidak dipergunakan dengan
maksimal, kemudian kita akan melakukan langkah ke pemerintahan Arab Saudi juga
memberikan persetujuan untuk melakukan langkah itu," ujar dia.
"DPR dalam hal ini melakukan
diplomasi parlemen, saya sebagai ketua tim pengawasan kemarin akan
mengagendakan pada bulan Desember kemungkinan melakukan gibah dalam rangka
membantu penyelenggaraan haji tahun depan bisa lebih baik lagi," Akom
menambahkan.
Soal pemondokan jemaah haji, lanjut
Akom, telah disepakati agar tenda yang berada di Arafah dapat diperbaiki lagi.
Kemudian juga soal pemondokan haji secara umum agar menjadi jauh lebih baik
lagi ke depannya.
"Lalu soal masalah karena
keterbatasan kuota kemarin, Kemenag dengan TNI Polri akan mensosialisasikan ini
kepada seluruh rakyat Indonesia. Kalau TNI melalui Babinsa, Polri oleh
Babinkamnas akan melakukan sosialisasi agar tidak terulang persoalan-persoalan
keterbatasan kuota sehingga melalui jalan pintas," tutur Akom.
"Dan kesehatan, akan ditambah
tenaga kesehatannya, dokternya, perhubungan akan ditambah, dan keamanan bagi
jamaah TNI dan Polri akan ditambah, kemarin 70 akan ditambah lagi, itu
kesepakatan," politikus Partai Golkar ini menegaskan.
Terkait dengan persoalan kuota haji,
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin langsung menjawab jika kuota haji untuk
Indonesia kembali normal seperti sebelum Masjidil Haram direnovasi.
"Kuota jamaah haji Indonesia
akan kembali normal pada tahun depan yaitu 211.000 orang. 2013, Pemerintah Arab
Saudi hanya memberikan kuota sebanyak 168.800 calon jamaah haji dari Indonesia
dengan rincian 155.200 jamaah reguler dan 13.600 jamaah haji khusus," kata
Lukman.
"Jatah normal kuota haji
sebanyak 211.000 orang sesuai kesepakatan OKI dipangkas 20 persen lantaran
adanya renovasi Masjidil Haram," Menteri Agama
Lukman Hakim menjelaskan.(liputan6.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar