Sabtu, 17 September 2011

Menag: Sudah Final Keputusan Soal Kuota dan Tarif BPIH Khusus

Add to Google Reader or Homepage


Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, keputusan yang dikeluarkan pihaknya menyangkut alokasi kuota dan kenaikan biaya pada penyelengaraan haji khusus tahun ini merupakan sesuatu yang bersifat final. Pernyataan ini dikemukakan Suryadharma menanggapi protes Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) yang mempertanyakan kenaikan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) khusus sebesar 500 USD dan alokasi 3000 dari tambahan kuota yang diperoleh pemerintah

"Silahkan saja protes ini negara demokrasi tapi hendaknya dilakukan sesuai aturan. Karena kenaikan biaya menjadi US$ 7000 dan alokasi 3000 orang dari tambahan kuota itu tidak diputuskan secara tiba-tiba," ujar Suryadharma di Kantor Kemenag RI,Jakarta,Jumat (16/9)

Suryadharma menegaskan, keputusan terhadap kebijakan haji khusus itu tak terlepas dari wewenang yang dimiliki Menteri Agama sebagai penyelenggara haji.

Lebih jauh ia menjelaskan keputusan untuk menaikan sebesar US$ 500 dari US$ 6500 menjadi US$ 7000 pada BPIH khusus tahun ini telah diinformasikan sebelumnya kepada para penyelenggara haji swasta. Bahkan tegasnya,para penyelenggara haji swata turut serta ketika Kemenag RI mengeluarkan keputusan kenaikan itu.

"Kenaikan dalam rangka peningkatan kualitas dan dalam proses penentuan mereka juga ikut. Jadi tanya sama mereka ada apa di balik protes itu," katanya.

Demikian juga menyangkut, keputusan Kemenag RI mengalokasikan 3.000 jemaah dari 10.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Tambahan 3.000 itu sudah bagus dan dasar pertimbanganya itu angka yang cukup baik buat haji plus mengingat Total (waiting list) haji khusus cuma 38.000 sedangkan haji reguler kurang lebih 1,3 juta orang," katanya.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, jumlah tambahan kuota itu bagi haji khusus juga telah sangat besar jika melihat perbandingan antara haji khusus dan reguler.

"1,3 juta terhadap 38 ribu itu berapa jika dihitung hanya 3 persen atau katakanlah 4 persen dan jika dihitung dari 10.000 tambahan itu maka seharusnya hanya dapat 400 orang. Jadi alokasi 3.000 harus disyukuri," katanya

Tidak ada komentar: