Minggu, 28 Agustus 2011

Pelunasan BPIH Diperpanjang, 199.166 Calhaj Lunasi BPIH

Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, sampai Jumat (26/8), pukul 16.00 WIB, hari terakhir pelunasan BPIH, jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 199.166 orang.

Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi, berjumlah 182.424 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 16.742 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke sembilan sebesar Rp 8.621,-

Menurut Zainal Abidin Supi, .karena jumlah calhaj yang melunasi BPIH belum mencapai kuota, maka pelunasan BPIH, diperpanjang dari tanggal 6 s.d.9 September 2011.

Zainal Abidin Supi mengatakan, hari terakhir pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPIH sebanyak 35.424 orang, disusul Jatim 31.659 orang dan Jateng 28.447 orang.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas BPIH, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 3.538 orang, Sumut 7.573 orang, Sumbar 4.147 orang, Riau 4.702 orang, Jambi 2.482 orang, Sumsel 5.922 orang, Bengkulu 1.533 orang, Lampung 5.817 orang.

Selanjutnya DKI Jakarta 6.458 orang, Jabar 35.424 orang, Jateng 28.447 orang, DI Yogya 2.942 orang, Jatim 31.659 orang, Bali 599 orang, NTB 4.273 orang, NTT 611 orang.

Kalbar 2.234 orang, Kalteng 1.243 orang, Kalsel 3.572 orang, Kaltim 2.577 orang, Sulut 631 orang, Sulteng 1.638 orang, Sulsel 6.842 orang, Sultra 1.572 orang, Maluku 619 orang, Papua 966 orang, Bangka Belitung 871 orang, Banten 8.115 orang, Gorontalo 822 orang, Malut 1.010, Kepri 933 orang, Sulbar 1.354 orang, Papua Barat 649 orang, dan TPHD/TKHD 649 orang.

Jumat, 26 Agustus 2011

Minat Umrah Warga Aceh Meningkat 100 Persen

Add to Google Reader or Homepage



Minat orang Aceh yang ingin pergi ke Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah meningkat hingga 100 persen. "Dalam setahun terakhir, total orang Aceh yang berumrah sebanyak 700 orang lebih. Itu hanya yang berangkat dari Banda Aceh," kata Tgk H Anwar pengelola Cekman Travel dan Tour di Banda Aceh, Selasa (23/8).

Menurut dia, tahun sebelumnya jumlah masyarakat Aceh yang melakukan umrah ke Tanah Suci hanya 150 orang. Banyak peningkatan masyarakat Aceh yang berumrah karena niat untuk pergi ke tanah suci sangat besar.

"Kalau mereka ingin berhaji hari ini, calon jamaah harus masuk dalam daftar waiting list (daftar tunggu) berangkat ke tanah suci sebelas tahun mendatang," ujarnya.

Karena itu, kata dia sambil menunggu tiba antrean untuk ke Tanah Suci, jamaah asal Aceh ada yang melakukan umrah dulu. "Umumnya yang banyak melakukan umrah bulan Maret dan Juni kalau sekarang ada tapi kurang," sebut Anwar.

Minimnya yang berangkat di bulan puasa, kata dia karena harganya sedikit lebih tinggi. Bulan-bulan biasa harganya murah karena harga tiket dan sewa hotel juga murah, tapi sekarang harganya sudah mahal, sambung Anwar.

Anwar menambahkan, sebenarnya jumlah orang Aceh yang berumrah melebihi dari 700 orang, namun ada yang berangkat melalui travel-travel di Medan, Sumut. "Orang Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tamiang, Langsa dan Kutacane mereka melakukan umrah melalui travel di Medan sehingga itu tidak kita masukkan dalam data keberangkatan dari Aceh," jelas dia.

Anwar mengemukakan, dengan adanya umrah ini juga akan melatih masyarakat yang ingin berhaji. "Dengan mereka sudah umrah, mereka akan mengetahui secara langsung apa-apa saja yang dilakukan disana," tandas Tgk H Anwa.(ant0

Rabu, 24 Agustus 2011

Layanan Tranportasi Pondokan-Masjidil Haram Ditiadakan

Add to Google Reader or Homepage


Jemaah haji Indonesia tak lagi mendapat pelayanan transportasi lokal selama berada di Mekkah, kecuali bagi jemaah yang menempati kawasan Mahbaz Jin.

Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriatna di Jakarta, Rabu, mengatakan, untuk tahun ini tak ada lagi pelayanan transportasi dari pondokan ke Masjidil Haram PP (pulang-pergi), lantaran hampir seluruh jemaah Indonesia menempati pondokan ring I, yaitu jaraknya paling jauh 2,5 km.

Terkecuali untuk kawasan Mahbaz Jin, karena jaraknya memang di atas 2,5 km. Jemaah haji Indoneisa pada musim haji 2011 ini sekitar 82 persen menempati ring I. Hanya sedikit yang berada di luar ring I.

Cepi Supriatna menjelaskan pula, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berbeda. Perbedaan yang menonjol tadi adalah hampir semua jemaah haji Indonesia berada di ring I yang berarti pula memudahkan jemaah untuk lebih banyak melaksanakan kegiatan ibadah di Masjidil Haram.

Ia menambahkan, karena jemaah haji Indonesia hampir seluruhnya berada di ring I, maka pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), meniadakan pengembalian dana sisa selisih uang pemondokan, karena harga sewa pondokan rata-rata berada di atas plafon. "Riil sewa pondokan rata 3.700 riyal, sementara plafon sewa hanya 3.400 riyal" ujarnya.

Tahun lalu, kata Cepi, persoalan dana pengembalian selisih sewa pemondokan kerap menjadi masalah dan menuai protes dari jemaah.

Sementara itu Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono menjelaskan, pada musim haji tahun ini pula, pihak otoritas pengelola Masjidil Haram mengeluarkan pengumuman bahwa bagi jemaah yang menderita sakit tak dapat lagi ditawafkan dengan diusung tandu. Pihak pengelola Masjidil Haram menyediakan kursi roda elektrik.

Dirjen PHU Minta Petugas Haji Antisipasi Setiap Masalah yang Timbul

Add to Google Reader or Homepage


Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto meminta setiap petugas PPIH Arab Saudi mengantisipasi semua masalah yang bakal muncul dalam penyelenggaraan haji di Arab Saudi, sekaligus tepat, cepat dan cermat mengatasinya. Hal itu diungkapkan Slamet Riyanto ketika memberi pembekalan akhir kepada unsur pimpinan PPIH Arab Saudi, di Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Slamet Riyanto, walau pun dari sisi perencanaan dan persiapan penyelenggaraan haji tahun ini, jauh lebih baik, misalnya jarak pondokan jemaah yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, tapi kita jangan terbuai pada hal itu, karena bisa saja muncul masalah-masalah lain di lapangan yang perlu diantisipasi sedini mungkin.

Slamet Riyanto mengingatkan, dari pengalaman penyelenggaraan haji selama ini, selalu saja muncul hal-hal yang tidak bisa diprediksi. "Jika demikian kita berserah pada Allah SWT. Yang penting kita beri penjelasan dan pemahaman kepada jemaah dengan sebaik-baiknya tentang kondisi yang terjadi," ucapnya.

Penataan sistem kerja PPIH, melalui SOP (Standar Operasional Prosedur (SOP) dan dibuatnya SPM (Standar Pelayanan Minimal), kata Slamet Riyanto, tujuan sepenuhnya untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada jemaah haji dan terukur.

Dirjen PHU Slamet Riyanto meminta, agar para petugas menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, bekerja dengan penuh dedikasi, profesional dan bertanggungjawab. "Petugas harus siap secara lahiriah, batiniah, ikhlas dan Lillahi ta`ala," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono mengatakan, pembekalan akhir bagi petugas PPIH Arab Saudi, dimaksudkan untuk memberikan masukan tentang berbagai kebijakan terbaru dan kondisi terkini pelayanan haji di tanah air dan Arab Saudi.

Peserta yang mengikuti pembekalan akhir ini, kata Ahmad Kartono, terdiri dari para Kabid, Kasie, Kadaker dan Kasektor yang akan bertugas di Jeddah, Mekkah dan Madinah sebanyak 50 orang.

188.652 Calhaj Lunasi BPIH

Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, sampai Selasa (23/8), hari ke enam pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 188.652 orang.

Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi, berjumlah 172.538 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 16.114 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke enam sebesar Rp 8.587,-

Zainal Abidin Supi mengatakan, hari ke enam pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPIH sebanyak 33.949 orang, disusul Jatim 29.464 orang dan Jateng 26.905 orang.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas BPIH, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 3.370 orang, Sumut 7.214 orang, Sumbar 3.872 orang, Riau 4.521 orang, Jambi 2.345 orang, Sumsel 5.669 orang, Bengkulu 1.438 orang, Lampung 5.512 orang.

Selanjutnya DKI Jakarta 6.184 orang, Jabar 33.949 orang, Jateng 26.905 orang, DI Yogya 2.871 orang, Jatim 29.464 orang, Bali 549 orang, NTB 4.030 orang, NTT 575 orang.

Kalbar 2.143 orang, Kalteng 1.190 orang, Kalsel 3.496 orang, Kaltim 2.486 orang, Sulut 567 orang, Sulteng 1.538 orang, Sulsel 6.566 orang, Sultra 1.490 orang, Maluku 470 orang, Papua 852 orang, Bangka Belitung 844 orang, Banten 7.819 orang, Gorontalo 753 orang, Malut 975, Kepri 904 orang, Sulbar 1.258 orang, Papua Barat 574 orang, dan TPHD/TKHD 145 orang.

Senin, 22 Agustus 2011

Kuota Haji Khusus Habis

Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji, Zainal Abidin Supi mengatakan 17.000 kuota haji khusus telah terserap. Calon jamaah haji khusus rampung melakukan pelunasan hingga akhir batas kedua pelunasan, yaitu Jumat (19/8). Berdasarkan data komputerisasi haji, pada batas pelunasan tersebut hanya tercatat 15.933 calhaj.

Tetapi, kata Supi, data riilnya menunjukkan semua kouta haji khusus seratus persen terserap. Kurang lebih 100 jamaah akibat kesalahan teknis belum terdeteksi ke dalam jumlah itu, tetapi kesalahan teknis tak akan berpengaruh. Sedangkan sisanya, sekitar 850 dipertunukkan untuk petugas haji khusus. “Jadi gak ada masalah,”katanya

Supi menambahkan pelunasan BPIH oleh calhaj haji regular per 19/8 mencapai 142.967 jamaah. Pembayaran dilakukan sesuai dengan nilai tukar rupiah atas dollar pada hari tersebut. Pada hari itu, nilai kurs yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebesar Rp.8,601.

Terkait pemondokan di Makkah, kata Supi, hingga Kamis (18/8), pemerintah telah melakukan kontrak awal mabdai untuk 317 unit rumah. Jumlah tersebut mampu menampung 194.926 jamaah. Harga rata-rata untuk pemondokan itu sebesar 3.681 rial. Jarak terjauh pemondokan 2500 meter dari Masjidil Haram. Totalnya, 97.44 persen pemondokan berada di ring 1.(rep)

Tidak Ada Embarkasi Haji Tambahan

Add to Google Reader or Homepage


Tidak ada penambahan embarkasi pada penyelenggaran haji 2011. Sebanyak 11 embarkasi telah resmi ditetapkan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Cepi Supriyatna, di Jakarta, Ahad (21/8).

Sejumlah daerah antara lain Lampung, NTB, dan Riau mengajukan diri sebagai embarkasi. Pemerintah, jelas Cepi, belum bisa mengabulkan permohonan mereka. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian pemerintah atas kesiapan daerah tersebut. Kesimpulannya terdapat persoalan teknis yang belum bisa terpenuhi. Kendati demikian pemerintah tetap mengkaji kemungkinan penambahan embarkasi. "Insyallah tahun depan kita kaji lagi,"katanya

Cepi menjelaskan kesebelas emberkasi tersebut yaitu Aceh mengangkut provinsi Aceh, embarkasi Medan (Sumatera Utara), Batam (Kepri, Riau, Kalimantan Barat dan sebagian Jambi), Padang (Sumut, Bengkulu, dan sebagian Jambi), Palembang (Sumatera Selatan, Bangka Belitung), DKI Jakarta (DKI Jakarta, Lampung, Banten dan Provinsi Jabar), Solo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan tiga kabupaten dari Kalimantan Tengah), Surabaya (Jawa Timur, Bali, NTT, NTB), Banjarmasin (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, ) Balikpapan (Kalimantan Timur, Sulawesi Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara), dan Makassar (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat)

Lebih lanjut, Cepi mengatakan persiapan penvisaan tengah berlangsung. Per tanggal (19/8) sekitar 190 ribu paspor selesai dibuat di seluruh provinsi. Sebanyak 137.609 telah diterima pemerintah pusat. Dari total tersebut pemerintah telah mengajukan penvisaan 96.800 paspor ke kedutaan Arab Saudi. Hasilnya, 53.600 paspor telah diterbitkan visanya. Dari jumlah itu, 35.177 paspor telah dikembalikan ke daerah. "Jumlah itu akan terus bertambah sesuai target," katanya.

Pemerintah, jelas Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Sri Ilham Lubis, menargetkan proses penvisaan paspor jamaah haji regular dan para petugas rampung akhir September mendatang. Target ini merujuk jadwal pemberangkatan jamaah haji. Dijadwalkan mereka memasuki asrama pada (1/10) dan diberangkatkan ke Tanah Suci (2/10). Hingga kini, belum terdapat kendala krusial dalam penyiapan paspor dan visa itu. Apalagi, pemerintah Arab Saudi berkomitmen memberikan pelayanan ekstra dengan pengeluaran visa lebih cepat di banding 2010. (rep)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Sampai Jumat, 158.960 Calhaj Lunasi BPIH

Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, sampai Jumat (19/8), hari ke empat pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 158.960 orang.

Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi, berjumlah 142.967 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 15.993 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke empat sebesar Rp 8.601,-

Zainal Abidin Supi mengatakan, hari ke empat pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPHI sebanyak 29.955 orang, disusul Jatim 24.336 orang dan Jateng 22.244 orang.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 2.771 orang, Sumut 5.651 orang, Sumbar 3.151 orang, Riau 3.756 orang, Jambi 1.821 orang, Sumsel 4.783 orang, Bengkulu 993 orang, Lampung 4.172 orang.

Selanjutnya DKI Jakarta 5.459 orang, Jabar 29.955 orang, Jateng 22.244 orang, DI Yogya 2.410 orang, Jatim 24.336 orang, Bali 430 orang, NTB 3.168 orang, NTT 375 orang.

Kalbar 1.775 orang, Kalteng 962 orang, Kalsel 3.108 orang, Kaltim 2.012 orang, Sulut 414 orang, Sulteng 1.264 orang, Sulsel 5.178 orang, Sultra 1.138 orang, Maluku 321 orang, Papua 693 orang, Bangka Belitung 728 orang, Banten 6.843 orang, Gorontalo 429 orang, Malut 752, Kepri 735 orang, Sulbar 708 orang, dan Papua Barat 460 orang, dan TPHD/TKHD 26 orang.

Jumat, 19 Agustus 2011

132.316 Calhaj Lunasi BPIH

Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, hari ke tiga pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kamis (18/8) sampai pukul 16.00 WIB, jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 132.316 orang.

Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Supi berjumlah 116.789 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 15.527 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke tiga sebesar Rp 8.576,-

Menurut Supi, hari ke tiga pelunasan BPIH, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPHI 25.816 orang, disusul Jatim 20.467 orang dan Jateng 17.584 orang.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 2.077 orang, Sumut 4.532 orang, Sumbar 2.449 orang, Riau 3.036 orang, Jambi 1.457 orang, Sumsel 3.885 orang, Bengkulu 716 orang, Lampung 3.403 orang.

Selanjutnya DKI Jakarta 4.658 orang, Jabar 25.816 orang, Jateng 17.584 orang, DI Yogya 1.983 orang, Jatim 20.467 orang, Bali 301 orang, NTB 2.391 orang, NTT 307 orang.

Kalbar 1.364 orang, Kalteng 660 orang, Kalsel 2.437 orang, Kaltim 1.643 orang, Sulut 335 orang, Sulteng 1.053 orang, Sulsel 4.196 orang, Sultra 923 orang, Maluku 252 orang, Papua 470 orang, Bangka Belitung 654 orang, Banten 5.568 orang, Gorontalo 294 orang, Malut 546, Kepri 654 orang, Sulbar 367 orang, dan Papua Barat 311 orang.

Rabu, 17 Agustus 2011

80.417 Calhaj Telah Lunasi BPIH


Add to Google Reader or Homepage


Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, hari kedua pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Selasa (16/8) sampai pukul 16.00 WIB, jumlah calon haji yang telah melunasi BPIH berjumlah 80.417 orang.

Menurut Supi, jemaah reguler yang telah melunasi BPIH berjumlah 66.132 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 14.285 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ke dua sebesar Rp 8.569,-

Hari kedua pelunasan BPIH, Kata Supi, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPHI 16.870 orang, disusul Jatim 11.080 orang dan Jateng 9.231 orang.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

Supi menghimbau agar jemaah mengupayakan mengurus sendiri pelunasan BPIH. Jangan menggunakan jasa calo atau pihak ketiga. ”Kalau terpaksa ya minta bantuan anak atau keluarga, jangan sampai menggunakan calo yang bisa mengganggu prosesnya,” ujarnya.

Supi menambahkan, hari Rabu (17/8) sebagai hari libur nasional pelunasan BPIH juga ikut libur. ”Pelunasan BPIH dimulai lagi pada hari Kamis (19/8),” jelasnya.

Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 1.182 orang, Sumut 2.613 orang, Sumbar 1.070 orang, Riau 1.585 orang, Jambi 660 orang, Sumsel 1.783 orang, Bengkulu 312 orang, Lampung 1.935 orang.

Selanjutnya DKI Jakarta 3.143 orang, Jabar 16.870 orang, Jateng 9.231 orang, DI Yogya 1.009 orang, Jatim 11.080 orang, Bali 196 orang, NTB 1.296 orang, NTT 182 orang.

Kalbar 682 orang, Kalteng 352 orang, Kalsel 1.337 orang, Kaltim 777 orang, Sulut 151 orang, Sulteng 483 orang, Sulsel 2.533 orang, Sultra 470 orang, Maluku 112 orang, Papua 225 orang, Bangka Belitung 219 orang, Banten 3.415 orang, Gorontalo 150 orang, Malut 274, Kepri 483 orang, Sulbar 155 orang, dan Papua Barat 167 orang.

Senin, 15 Agustus 2011

Hari Ini Pelunasan Haji Dimulai

Add to Google Reader or Homepage



Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim memberi batas waktu (deadline) 12 hari bagi jemaah calon haji (JCH) di wilayah Jatim melunasi ongkos haji atau dikenal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Pelunasan sendiri dimulai, Senin ( 15/8) hari ini hingga 26 Agustus nanti.

“Cuma kami masih memberikan toleransi lagi tanggal 6 September sampai 9 September,” kata Kasi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Kemenag Jatim, Hikmah Rahman dihubungi, Senin (15/8).

Sementara untuk BPIH khusus sesuai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto melalui surat edaran Nomor t.VII.II/1/Hj.00/6338/2011 tertanggal 10 Agustus 2011 menyatakan pembayaran BPIH Khusus atau ONH Plus dimulai 11 sampai dengan 16 Agustus 2011 dengan nomor porsi terakhir 30000081860.

Besaran BPIH Khusus Tahun 1432H/2011 sebesar 7.000 dollar AS. Apabila tidak terpenuhi kuota haji Khusus, akan dilakukan masa pembayaran tahap kedua dimulai 18 sampai dengan 19 Agustus 2011.

Hikmah menjelaskan, syarat pelunasa, yakni belum pernah haji, usia sudah 18 tahun, nomor porsi masuk. “Dan nantinya pelunasan akan berakhir pada tanggal 26 Agustus,” ujar Hikmah.

Ia menambahkan, jika melebihi tanggal 26 Agustus, maka masih ada perpanjangan hingga 6 atau 9 September. “Namun jika sudah melebihi tanggal 9 September, maka JCH yang belum melunasi BPIH tersebut akan menjadi daftar waiting list tahun depan,” tandasnya.

Bahkan nantinya jika kuota belum terpenuhi maka, secara otomatis jatah JCH akan diisi para JCH yang sudah pernah naik haji dan nomor porsi sudah masuk. “Kami kan lebih mengutamakan JCH yang belum pernah naik haji terlebih dahulu. Jika kuota belum penuh, maka CJH lain bisa masuk,” jelas Hikmah.

Bagi JCH pemilik nomor porsi antara 1300213356 hingga 1300246990, maka mereka yang diutamakan untuk mengisi kuota JCH yang diutamakan terlebih dahulu. “Nomor-nomor porsi itu merupakan CJH yang dipersiapkan untuk mengisi kuota yang ditinggalkan oleh CJH yang diutamakan,” katanya.

Sementara itu, untuk besaran setoran BPIH reguler, pemerintah telah menetapkan sebesar 3.612 dollar AS, jika kurs Rp 8.700 per dollar AS, maka BPIH yang harus dilunasi sebesar Rp 31.424.400. “Nanti JCH hanya tinggal melunasi saja, tergantung pembayaran setoran awalnya dahulu,” tandasnya.

Ia juga mengharapkan, agar para JCH segera melunasi BPIH yang telah dibuka mulai hari ini. “Mengingat waktunya sangat singkat, sebaiknya jemaah haji segera melakukan pelunasan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan, agar para CJH segera melakukan pendaftaran ulang ke kantor Kementrian Agama setempat. “Jangan lupa bawa syarat-syarat yang diperlukan, seperti kuitansi pembayaran BPIH, dll. Pengalaman dari laporan tahun kemarin, banyak yang lupa membawa syarat-syarat. Jadi mereka harus kembali lagi untuk syarat-syaratnya,” ungkap Hikmah.

Udin Djuhan mengakui, waktu pelunasan sangat singkat, yakni 12 hari untuk tahap pertama, sedangkan tahap kedua dibuka 6-9 September atau hanya tiga hari. Berbeda dengan tahun sebelumnya dengan rentang waktu yang cukup panjang. (SP)

Pelunasan Haji Jambi Dimulai Hari Ini

Add to Google Reader or Homepage


Pelunasan setoran haji bagi jamaah asal Jambi akan dimulai hari ini. Masa pelunasan setoran itu akan berakhir 26 Agustus 2011 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H Abdul Kadir Husein.

”Tanggal 15 sampai 26 Agustus 2011 jadwal pelunasan. Dan dibayarkan pada bank penerima setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji BPIH,” katanya.

Ia menambahkan, apabila hingga tanggal batas akhir atau tanggal 26 Agustus 2011 kuota belum terpenuhi, maka pelunasan akan diperpanjang dari tanggal 6 hingga 9 September 2011. ”Dengan nomor urut masing-masing provinsi,” ungkapnya.

Dan apabila pada tanggal 9 September 2011 masih belum terpenuhi, lanjutnya, maka sisa kuota ini akan menjadi kuota nasional. Disamping itu, ia menjelaskan bagi jamaah haji yang yang berhak menunaikan ibadah haji tapi tidak melakukan pelunasan, maka jamaah haji itu akan masuk daftar waiting list (daftar tunggu, red) tahun 2012.

Sedangkan bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH, lanjutnya, maka jamaah haji itu wajib melaporkan diri ke kantor Kemenag kabupaten/kota, dengan melampirkan setoran lunas,. Selain itu, disertai kelengkapan adminstrasi.
”Paling lambat tiga hari kerja,” terangnya.

Ia mengugkapkan untuk Tim Pemandu Ibadah Haji (TBHD) pendaftaran dimulai tanggal 15 hingga 26 Agustus 2011 di Direktorat Pelayanan. Bagi nomor porsi terakhir yang berhak melunasi dimasing-masing kabupaten/kota, menurutnya dapat diakses melalui Siskohat Provinsi.

Ia menguraikan berikut adalah besaran biaya setor pelunasan BPIH tahun 2011 untuk Provinsi Jambi dari masing-masing embarkasi. Embarkasi Batam atau wilayah timur adalah U$3460 (disesuaikan dengan dollar pada saat hari penyetoran). Daerah yang termasuk embarkasi Batam adalah Tanjabbar, Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari dan Tanjabtim. Sedangkan yang melalui embarkasi Padang atau wilayah Barat adalah U$ 3369, sedangkan daerah-daerah yang termasuk wilayah barat adalah Merangin, Kerinci, Sarolangun, Bungo dan Tebo. Jadwal pembayaran dapat dilakukan pada pukul 10.00 wib hingga pukul 16.00 WIB.

”Ini berdasarkan keputusan Sekretaris Dirjen PHI Nomor.Dt.VII.II/ tentang Pelunasan BPH Tahun ini,” pungkasnya. (JE)

Jumat, 12 Agustus 2011

Menag: Krisis Global Tak Pengaruhi Ongkos Naik Haji


Add to Google Reader or Homepage


Sesuai dengan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai tingkat kepuasan pelayanan haji oleh pemerintah, masih terdapat sejumlah kekurangan seputar penerbangan, kesehatan, serta pada pelayanan paspor dan keimigrasian.

Untuk itu, koordinasi antarinstansi akan ditingkatkan, untuk perjalanan haji yang aman dan baik. Demikian menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, usai sidang kabinet terbatas mengenai pelaksanaan haji, di Kantor Presiden, Kamis siang.

Ia menambahkan bahwa Presiden Yudhoyono juga telah menyetujui penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sesuai keputusan DPR.

Menag Suryadharma Ali mengatakan, "Pak Rusman (Heriawan) selaku kepala BPS menyampaikan tingkat kepuasan jemaah haji atas pelaksanaan haji itu sendiri. Menteri perhubungan memberikan penjelasan, juga Menteri Kesehatan dan Menteri Hukum dan HAM. Jadi, secara komprehensif tadi sudah dibicarakan. Presiden kemudian mnyetujui rancangan BPIH yang sesungguhnya sudah diputuskan oleh DPR pada 21 Juli lalu."

Saat ditanyakan seputar krisis keuangan global dan pengaruhnya pada ongkos naik haji, Menteri Agama mengatakan tidak ada kenaikan; bahkan penurunan rata-rata sekitar 303.000 ribu rupiah, tergantung pada daerah embarkasi atau keberangkatan.

"Patokan kita adalah dolar (Amerika). Sampai hari ini belum ada kenaikan bahkan malah terjadi penurunan," ujar Menang. "Kita punya 12 embarkasi dan satu sama lainnya berbeda, tergantung dari jarak tempat pemberangkatan sampai dengan tempat tujuan. Misalnya Banjarmasin tentu berbeda dengan Aceh, berbeda dengan Sumatera Utara. Tapi rata-rata untuk seluruhnya Rp30.771.000. Dibandingkan tahun lalu yang 31 juta rupiah lebih, ada selisih 300 ribu rupiah lebih," ujar Menag Suryadharma Ali.

Penurunan ongkos naik haji bervariasi pada dua belas embarkasi. Ada yg turun satu juta rupiah lebih, ada pula yg turun 500.000 rupiah dan ada yg turun 600.000 rupiah. Embarkasi Medan mengalami penurunan tertinggi, sebanyak 1.159.200 ribu rupiah.

Lebih lanjut Menag mengatakan. "Kurs (1 Dollar Amerika) 8700 rupiah, jadi kalau terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah tercakup. Tapi kita berharap krisis global tidak berpengaruh ke Indonesia, ke angka ini. Mungkin saja berpengaruh pada harga bahan bakar (fuel) pesawat, tapi harga fuel sudah dikontrak dan diputuskan."

Sementara dalam rapat kabinet, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa biaya penyelenggaraan haji yang diupayakan rendah, tetap diimbangi dengan pelayanan yang baik bagi para jamaah haji.

Presiden SBY mengatakan, "Kita mencatat pernah menyelenggarakan ibadah haji yang sangat baik karena banyak yang berterimakasih pada kita. Tetapi pernah juga kita tidak berhasil atau banyak masalah, sehingga menerima banyak keluhan. Maka, marilah kita sempurnakan pelaksanaan haji. Biaya haji haruslah tepat, serendah yang bisa kita capai. karena ada faktor di luar tangan pemerintah, koordinasi pusat dan daerah, embarkasi dan debarkasi dalam perjalanan dan koordinasi di tanah suci sendiri.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota untuk Indonesia sebanyak 211.000 jemaah. Rinciannya, 17 ribu untuk haji khusus (ONH Plus) dan 194 ribu utk haji reguler. Bagi calon jemaah haji, Kementerian Agama menetapkan pelunasan awal akan dimulai pada Senin mendatang hingga awal September.(Voa)

Kamis, 11 Agustus 2011

Pemerintah Tetapkan Besaran BPIH dan Waktu Pelunasan


Add to Google Reader or Homepage


Pemerintah telah menetapkan besaran BPIH 2011/1432H rata-rata 3.533 USD mengalami kenaikan 191 USD dibanding BPIH tahun lalu rata-rata 3.342 USD. Namun jika dibayarkan dengan rupiah mengalami penurunan sebesar Rp 343.500,- dari BPIH Rp 31.080.600 menjadi Rp 30.737100, dengan asumsi 1 USD sama dengan Rp 8.700,-

Hal itu dikemukakan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dan Kapus Informasi dan Humas Zubaidi, ketika menyampaikan pengumuman besaran BPIH 2011 kepada wartawan, di Operation Kemenag, Kamis (11/08).

Menurut Bahrul Hayat, BPIH Aceh 3.285 USD, Medan 3.327 USD, Batam 3.460 USD, Padang 3.369 USD, Palembang 3.417 USD, Jakarta 3.589 USD, Solo 3.549 USD, Surabaya 3.612 USD, Banjarmasin 3.720 USD, Balikpapan 3.736 USD dan Macasar 3.795 USD.

Pelunasan BPIH, kata Sekjen, dimulai 15 Agustus s.d. 26 Agustus 2011 pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH tempat setor sermula, dengan jadwal untuk Indonesia Bagian Barat pukul 10.00 s.d. 16.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 11.00 s.d. 17.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timar pukul 12.00 s.d. 18.00 WIT.

Bahrul Hayat menjelaskan, apabila sampai tanggal 26 Agustus 2011, kuota haji belum terpenuhi, pembayaran peluanasan BPIH diperpanjang dari tanggal 6 s.d. 9 September 2011.

Jemaah yang telah menyetor lunas, kata Sekjen, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.

BPIH Khusus

Besaran BPIH Khusus/ONH Plus ditetapkan minimal sebesar 7.000 USD dengan ketentuan pembayaran pelunasan dilaksanakan tanggal 11 s.d. 16 Agustus 2011. Setoran lunas BPIH Khsusus yang dananya telah dilimpahkan ke rekening Meneteri Agama. Akan dibayarkan ke PIHK sebesar 6.723 USD, setelah dikurangi biaya sebesar 277 USD untuk general service fee ke Arab Saudi.

Apabila kuota BPIH Khusus sampai 16 Agustuis, belum terpenuhi, akan dibuka pelunasan tahap II tanggal 18 s.d. 19 Aghustus 2011.

Perpres BPIH 2011 Segera Terbit


Add to Google Reader or Homepage


Pemerintah terus mengupayakan agar peraturan presiden (perpres) tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 1432H/2011 segera terbit. Dengan demikian calon jemaah haji memiliki waktu yang cukup untuk melunasi ongkos haji tahun ini.

"Mudah-mudahan besok, bisa disampaikan di rapat kabinet terbatas kepada Presiden," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali usai berbuka puasa bersama wartawan koordinatoriat Kemenag di Rumah Dinas Menag, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (10/8) malam.

Tampak hadir Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Irjen Kemenag Suparta, Kabalitbang dan Diklat Abdul Jamil, Dirjen Bimas Buddha Budi Setiawan, Dirjen Bimas Hindu Yudha Triguna, Kepala Pinmas Kemenag Zubaidi, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Abdul Karim dan Kabid Humas Zainuddin Daulay.

Menag mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menggelar rapat kabinet terbatas mengenai penetapan di kantor Kepresidenan, Jakarta. Kamis (11/8). Presiden akan menerima laporan Menteri Agama Suryadharma Ali tentang persetujuan BPIH 2011 oleh DPR.

Menurut Menag, hasil penetapan BPIH dengan DPR lalu dibawa ke Presiden SBY dalam rangka menerbitkan perpres. Seperti diketahui, pemerintah dengan DPR menyepakati BPIH 2011 ditetapkan rata-rata sebesar Rp 30.771.900. Dibandingkan tahun 2010, biaya tersebut turun sebesar RP 308.700, dengan asumsi nilai tukar dolar ke rupiah sebesar Rp 8.700. Sekalipun jika dihitung dengan dolar mengalami kenaikan yaitu 3.537 USD. Naik sebesar 196 dolar AS dari tahun sebelumnya yaitu 3.342 dolar AS.

Ada pun rincian besaran BPIH 1432/2011 untuk setiap embarkasi sebagai berikut yaitu embarkasi Aceh sebesar 3.285 dolar AS, embarkasi Medan (3.377 dolar AS), Batam (3.460 dolar AS), Padang (3.369 dolar AS), Palembang (3.417 dolar AS), Jakarta (3.589 dolar AS), Solo (3.549 dolar AS), Surabaya (3.612 dolar AS), Banjarmasin (3.720 dolar AS), Balikpapan (3.736 dolar AS), dan Makassar (3.795 dolar AS).

Menag juga berharap pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat memberi tambahan kuota, dengan demikian waiting list (daftar tunggu) calon haji Indonesia dapat berkurang. Sebab, jumlah waiting list saat ini mencapai 1,4 juta jiwa. "Saya optimis kuota haji tahun ini sebanyak 211.000 terserap habis. Bahkan kalau sekarang ditambah jadi 250 ribu akan habis," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menag juga mengingatkan media bahwa Kementerian Agama bukan hanya mengurusi masalah haji, tapi juga pendidikan dan kerukunan umat beragama. "Di bagian Litbang juga perlu dipublikasikan, karena banyak hasil penelitian yang perlu diketahui publik. Tapi haji memang masalah paling sexy," kata Suryadharma. (ks)

Rabu, 10 Agustus 2011

Pembayaran BPIH Khusus Dimulai Kamis

Add to Google Reader or Homepage



Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto melalui surat edaran Nomor Dt.VII.II/1/Hj.00/6338/2011, tanggal 10 Agustus 2011 menyatakan pembayaran BPIH Khusus atau ONH Plus dimulai 11 s.d. 16 Agustus 2011 dengan nomor porsi terakhir 30000081860.

Tentang besaran BPIH Khusus Tahun 1432H/2011, kata Slamet Riyanto sebesar 7.000 USD ( tujuh ribu dollar Amerika). Apabila tidak terpenuhi kuota haji Khusus, akan dilakukan masa pembayaran tahap kedua dimulai tanggal 18 s.d. 19 Agustus 2011.

Waktu pembayaran BPIH Khusus, untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 s.d. 15.00, Indonesia bagioan Tengah pukul 09.00 s.d.16.00, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 s.d. 17.00.

30.800 Visa Calhaj Sudah Rampung


Add to Google Reader or Homepage


Kementerian Agama telah menyelesaikan proses pemvisaan di Kedutaan Besar Arab Saudi bagi 30.800 dari 211.000 jamaah haji yang akan berangkat pada 2011 mendatang.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Ditjen PHU, Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengatakan, sejak dimulainya penerbitan paspor bagi jamaah haji secara gratis pada 1 Juni lalu, hingga kini paspor yang sedang diproses di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di masing-masing daerah sudah mencapai 132.667 paspor.

Sedangkan, data yang masuk dalam data base sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Pusat sudah mencapai 120.000 paspor. Dari jumlah itu, pihaknya telah menerima secara bertahap sebanyak 76.780 paspor dari daerah provinsi. "Jadi tinggal menunggu dikirim ke kita. Itu semua secara bertahap dikirimkan kepada kita di pusat sejak 1 Juli lalu, ujar Sri Lubis, Selasa (9/8).

Selanjutnya, sejak awal Agustus pihak kedutaan Arab Saudi di Jakarta telah menerima paspor untuk kemudian divisakan. Berdasarkan data yang dimiliki hingga Senin (8/8), kata dia, Kementerian Agama telah mengirimkan sebanyak 51.200 paspor jamaah. Dari jumlah itu, paspor jamaah haji yang telah berhasil divisakan sebanyak 30.800 visa.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti yah. Sebab, waktu itu kita meminta ke kedutaan untuk membuka website permohonan visa haji, karena sebelum paspor dikirim ke dutaan kita harus apply dulu visanya dengan mengirim data jamaah berikut foto-fotonya ke website Arab Saudi untuk mendapatkan nomor request visa," bebernya.

Sri menjelaskan, awalnya nomor request bagi jamaah belum dibuka untuk seluruh dunia. Namun, Kementerian Agama mengajukan permohonan kepada Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia agar bisa dibuka lebih awal. Permohonan itu kemudian direspons dan dipenuhi oleh pihak kedutaan. "Tahun ini memang lebih cepat proses pemvisaannya dibandingkan dengan tahun lalu," paparnya.

Untuk itu, pihaknya menargetkan proses pemvisaan paspor jamaah haji regular dan petugas haji akan selesai itu sebelum keberangkatan kloter pertama ke Arab Saudi pada 2 Oktober mendatang. Karena pada awal Oktober jamaah haji untuk kloter pertama telah masuk ke embarkasi. "Ya insyaallah akhir September seluruh paspor sudah terselesaikan, sekarang ini secara bertahap kita menerima paspor dari daerah, dari provinsi diproses lalu kita kirim ke kedutaan dengan sistem awal bil awal yakni, paspor yang pertama dikirim itu yang kita kirim duluan, dan itu juga yang divisa duluan oleh kedutaan," ucapnya.

Sri menambahkan, pihaknya bersyukur walaupun sampai saat ini pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) belum berjalan, tapi proses penerbitan paspor dan penyelesaian pemvisaan sudah berjalan sesuai dengan jadwal. "Karena memang sudah ditetapkan demikian, bahwa pertanggal 1 Juni jamaah sudah dapat melakukan penerbitan paspor, jadi memang Alhamdulillah kita terbantu memang, proses paspor berjalan seperti biasanya," terangnya.

Senin, 08 Agustus 2011

Katering Armina Kembali Gunakan Box


Add to Google Reader or Homepage



Pemberian katering makanan kepada calon jemaah haji (calhaj) Indonesia untuk musim haji 1432H/2011 tidak lagi menggunakan sistem prasmanan tapi kembali akan menggunakan nasi kotak (box). Untuk menghindari jemaah memakan nasi kotak yang basi, pemerintah akan membedakan warna kotak tersebut atau dengan tulisan.

"Atau bisa juga nasi kotak itu diberi label atau ditulisi pagi, siang atau malam, untuk membedakan waktu makan untuk jemaah," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (8/8).

Kehadiran Suryadharma Ali di Kantor BPS itu untuk mendengar pemaparan hasil survei BPS tentang "Hasil Survei Kepuasan Jemaah Haji 1431H/2010". Hadir pada kesempatan itu antara lain Kepala BPS Rusman Heriawan, Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat, Sekjen Kementerian Kesehatan Ratna Rosita.

Suryadharma mengatakan nasi kotak yang akan diberikan kepada calhaj akan ditandai pagi hari, siang hari dan malam hari. Karena kita khawatirkan ada calhaj yang mendapatkan nasi kotak siang hari tapi baru dimakan pada malam hari.

Suryadharma mengakui bahwa masalah katering bagi jemaah haji adalah persoalan krusial. Untuk itu diperlukan ketepatan waktu dalam menyuguhkan katering bagi jemaah haji pada musim haji nanti.

Pada musim haji tahun lalu, kata Suryadharma, katering dilakukan dengan cara prasmanan mempunyai banyak kelemahan, yaitu antrean jemaah yang mau makan sangat panjang karena harus mengambil makanan satu persatu di meja. Namun, sistem prasmanan itu akan terhindar dari kemungkinan terjadinya makanan basi.

"Kedua sistem itu ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi untuk 2011 ini, kami akan coba mengubah dari prasmanan ke nasi kotak (box)," kata Suryadharma.

Di tempat sama, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil surveinya yang menyatakan bahwa indeks kepuasan jemaah terhadap penyenggaraan ibadah haji di Arab Saudi tahun 1431H/2010 mencapai 81,45 persen atau memuaskan/di atas standar.

"Aspek pelayanan dengan pemenuhan harapan tertinggi terdapat pada pelayanan petugas kloter sebesar 88,88 persen dan terendah terdapat pada pelayanan katering sebesar 73,39 persen," kata Rusman Heriawan saat memaparkan hasil survei BPS tentang "Hasil Survei Kepuasan Jemaah Haji 1431H/2010" di Gedung BPS Jakarta, Senin (8/8).

BPS : Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 81,45 %


Add to Google Reader or Homepage



Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pelayanan terhadap jemaah haji di Arab Saudi pada tahun 2010 tergolong memuaskan. Pasalnya secara keseluruhan, indeks kepuasan jemaaah haji Indonesia di Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebesar 81,45%.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan di kantor BPS Jakarta, Senin (8/8). "Hasil tersebut tergolong memuaskan dan di atas standar minimal yang ditetapkan oleh Kementerian Agama," tandasnya.

Didampingi Menteri Agama Suryadharma Ali dan Sekjen Kementerian Kesehatan Ratna Rosita, Rusman mengungkapkan, aspek pelayanan dengan angka yang paling memuaskan jemaah haji adalah pada aspek pelayan petugas kloter yang mencapai 88,85%. "Sementara yang terendah pada pelayan katering di Armina dengan indeks 75,68 %," tuturnya.

Menurut Rusman dengan hasil survei ini, perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan haji terutama dari sisi pelayanan akan semakin baik lagi. "Survei dilakukan sejak dari perjalanan kloter, penyelenggaraan haji, sampai kembali ke Indonesia. Ini sesuai dengan UU No. 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji," jelasnya.

Selain itu untuk mengukur kinerja penyelenggaraan, perlu survei dan penelitian yang teratur, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan, utamanya untuk memperoleh indeks dan tingkat kepuasan serta harapan jemaah haji Indonesia. "Kami berharap pelayanan haji tahun 2011 indeksnya meningkat," kata Rusman.

Adapun salah satu tujuan survei ini adalah mengetahui besarnya kesenjangan antara kepentingan dan kepuasan jemaah haji terhadap mutu dan pelayanan yang diberikan oleh pihak penyelenggara haji.

Ia menambahkan survei yang dilakukan BPS dilakukan dengan membagikan 10000 quisioner kepada jemaah haji di empat daerah kerja (daker) Jeddah, Madinah, Mekkah dan Armina. Dari jumlah tersebut 4500 orang yang mau kembalikan. "Dan hanya 3.929 data yang layak kita olah," katanya.

Survey BPS Bisa Jadi Pijakan Perbaikan Haji


Add to Google Reader or Homepage



Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) sesungguhnya dapat dijadikan sebagai bahan pijakan untuk melakukan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun, mengingat kridibiltas lembaga ini memberikan data objektif yang harus ditindaklanjuti.

Hasil survey yang diumumkan itu merupakan penilaian objektif, kata Menteri Agama Suryadharma Ali ketika memberikan komentar atas hasil survey BPS tentang kepuasan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1431 H/2010 M lalu di Gedung BPS Jakarta, Senin (8/8).

Pada kesempatan itu kepala BPS Rusman Heriawan memaparkan hasil survey yang dilakukan pada musim haji lalu. Ia didampingi Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Dudi Saefudin Sulaiman. Hadir pula Sekjen Kementerian Kesehatan Ratna Rosita dan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, Dirjen PHU Slamet Riyanto dan sejumlah pejabat dari kedua kementerian dan BPS.

Sebelumnya Rusman menyebutkan bahwa secara keseluruhan Indeks Kepuasan di Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sebesar 81,45 persen. Angka tersebut tergolong memuaskan atau diatas standar. Sementara aspek pelayanan dengan pemenuhan harapan tertinggi terdapat pada Pelayanan Petugas Kloter mencapai 88,88persen dan terendah terdapat pada Pelayanan Katering sebesar 75,68 persen.

Kepala BPS juga menjelaskan bahwa sampel ditetapkan menurut daerah kerja (Jeddah, Mekkah, Madinah dan Satuan Operasi (Satop) Arafah dan Mina masing-masing 2.500 responden, untuk menghindari tingkat respons rate yang kecil dan pemenuhan target minimal sampel. Sementara jemaah haji yang mengembalikan kuesioner sebanyak 4.200 jemaah dan yang layak dioleh sebnayak 3.929 kuesioner (93,55 persen). Sementara, sesuai kuota, jumlah jemaah haji Indonesia saat itu 211 ribu orang.

Jumlah sampel sebanyak itu, menurut dia, sudah sesuai dengan kaidah metodologi. Kalaupun jumlahnya ditambah, hasilnya tetap sama.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, mengapa perlu ada survey tentang kepuasan bagi jemaah tentang pelaksanaan haji. Survey ini sesungguhnya sekaligus merupakan jawaban, karena setiap tahun pihak penyelenggara disalahkan dan tak melakukan perbaikan. Sepertinya para petugas haji jatuh di tempat yang sama namun tak melakukan perbaikan. "Seolah petugas kita dianggap tak mau belajar," kata Suryadharma Ali.

Ia mengatakan, untuk itulah Kementerian Agama melakukan kerja sama dengan BPS, termasuk lembaga Surveyor Indonesia � yang belum mengumumkan hasil surveynya untuk mencari tahu secara objektif kekurangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Hasilnya, kini dapat diketahui semua pihak secara objektif dimana titik kelebihan yang diperoleh dan kelemahan yang harus diperbaiki. BPS sendiri dalam survey itu mengetengahkan 10 aspek/dimensi guna memnentukan kualitas pelayanan public, meliputi: reliability (keandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Competence (Kemampuan), Access (kemudahan diperoleh), Courtesy (keramahan), Communication (komunikasi), Credibility (dapat dipercaya), Security (keamanan), Understanding / Knowing the customer (memahami pelanggan) dan Tangibles (bukti nyata yang kasat mata).

Sementara pada aspek pelayanan juga disurvey pelayanan petugas haji, petugas kloter dan non-kloter (PPIH Arab Saudi). Sementara variable Pelayanan Ibadah, Pelayanan Transportasi, Pelayanan Akomodasi / Pemondokan, Pelayanan Katering, Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Umum lainnya (informasi, administrasi,dll).

Menag mengakui, dari hasil keseluruhan survey hanya pelayanan ketering yang dirasakan kurang. Angkanya mencapai 60 persen dan diharapkan pihaknya pada musim haji mendatang dapat diperbaiki. Persoalan ketering memang tak mudah, terlebih menyangkut cita rasa bagi etnis yang berasal dari Indonesia.

"Kita harapkan cita rasa dari Banggali atau India, pada tahun nanti dapat dikurangi," harap Menteri Agama Suryadharma Ali sambil melepas tawa.

Pelunasan BPIH Dimulai Pekan Depan

Add to Google Reader or Homepage



Kementerian Agama memperkirakan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011 dimulai pada pertengahan Agustus mendatang.Pasalnya, peraturan presiden (perpres) tengah dalam pembahasan. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah mengagendakan jadwal pembahasan perpres.

”Perpresnya sudah kita siapkan, mudah-mudahan minggu ini sudah bisa diagendakan pembahasannya,” katanya seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank BNI, terkait penyediaan dan pemanfaatan pelayanan jasa perbankan di Jakarta.

Menurut dia, jika tidak menemukan kendala maka pelunasan BPIH oleh jamaah bisa dilakukan mulai pertengahan Agustus mendatang. ”Iya, pelunasan BPIH sudah bisa tengah bulan ini,” ucapnya.

Terkait dengan penambahan kuota jamaah haji Indonesia, Bahrul mengakui pihaknya sudah meminta Menteri Urusan Haji, Arab Saudi segera memutuskan hal tersebut. ”Kita sudah telepon ke Jeddah agar secepatnya diteruskan ke menteri urusan haji,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa Kementerian Agama akan mengajukan perpres dan tinggal menunggu penetapan oleh presiden.(cipto)

Rabu, 03 Agustus 2011

Kemenag Tidak Gunakan Batavia Unutk Penerbangan Haji


Add to Google Reader or Homepage


Kementerian Agama memutuskan untuk tidak menggunakan maskapai penerbangan Batavia Air dan memilih maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines sebagai operator penerbangan dalam pemberangkatan jamaah haji ke Arab saudi.

Direktur Pelayanan Haji, Kementerian Agama Zainal Abidin Supi mengatakan, berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi di lapangan dari Kementerian Perhubungan, maskapai Batavia Airline tidak bisa terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Batavia tahun ini, belum bisa, karena memang secara persyaratan teknis belum dipenuhi. Bahkan, syarat yang mutlak berdasarkan hasil penilaian dan hasil penilaian lapangan dari Kementerian perhubungan tahun ini belum bisa," ujarnya.

Dari 33 persyaratan yang ditentukan, kata dia, ada sekitar delapan persyaratan yang belum dipenuhi oleh Maskapai Batavia Air. "Secara teknis saya tidak ingat," katanya.

Senada, Kepala Seksi Transportasi Udara, Subdit Transportasi dan Perlindungan Jamaah, Kementerian Agama Edayanti menegaskan, hasil evaluasi terhadap PT Metro Batavia, disimpulkan jika maskapai tersebut tidak memenuhi persyaratan sesuai rencana kerja dan syarat-syarat spesifikasi angkutan udara bagi jamaah haji Indonesia.

Sebab, dari 33 persyaratan yang ditentukan baru 25 persyaratan yang dipenuhi oleh maskapai penerbangan Batavia Air. Menurut dia, ada empat persyaratan utama dan mutlak dipenuhi dalam penawaran penyelenggara angkutan udara untuk penerbangan haji yang tidak terpenuhi yakni, pertama, pemenuhan terhadap jumlah pesawat yang dibuktikan dengan Memorandum of Understanding (MoU) pengadaan pesawat tidak sesuai dengan jumlah embarkasi yang ditawarkan.

"Batavia menawarkan pelayanan untuk semua embarkasi, tapi terakhir mereka hanya memenuhi tiga pesawat dan itu tidak mungkin untuk seluruh embarkasi," ungkapnya.

Kedua, pihak maskapai penerbangan Batavia Air juga tidak menyerahkan sertifikasi kelayakan udara terhadap pesawat yang ditawarkan. Ketiga, tidak melampirkan bukti perawatan berkala, atas pesawat yang ditawarkan dan terakhir tidak menyertakan pesawat cadangan atau back up. "Empat poin ini yang pokok dan mutlak harus ada, itu tidak dilampirkan," katanya

Eda menambahkan, alasan maskapai penerbangan Batavia Air tidak memenuhi persyaratan yang diajukan karena menunggu penunjukkan dahulu dari Kementerian Agama. "Jadi seperti telor dan ayam, ada kepastian baru mereka mencari pesawat, sedangkan yang terjadi selama ini untuk Garuda dan Saudi Arabia itu mereka mencari pesawat dulu baru mengajukan," bebernya.

Berbeda dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Airline yang sudah memenuhi rencana kerja dan syarat-syarat kerja dan spesifikasi syarat-syarat penyelenggara angkutan udara bagi jamaah haji Indonesia 1432 H. "Garuda dan Saudi sudah konfirm," katanya.

Menurut dia, maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menyiapkan 14 pesawat untuk melayani sembilan embarkasi sedangkan, Saudi Airline menyediakan 10 pesawat termasuk pesawat back up untuk melayani tiga embarkasi.

Eda mengaku, operasional kedua maskapai pernerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Airline dalam penyelenggaraan ibadah haji tinggal menunggu peraturan menteri agama (PMA) yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK) menteri Agama.

â"Inspeksi terhadap pesawat sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, tinggal operasional saja dan menyiapkan hal-hal teknis lainnya. Tinggal menetapkan surat keputusan. Kan penetapan ini perlu Peraturan Menteri Agama yah, yang dikeluarkan melalui SK Menteri Agama, kemungkinan minggu ini sudah dikeluarkan," katanya.

Senin, 01 Agustus 2011

Membuat Embarkasi Haji Antara Butuhkan Dana Rp 97 M


Add to Google Reader or Homepage


Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Tengah, M Hatta mengatakan, anggaran pembenahan Bandara Tjilik Riwut menjadi Embarkasi Haji Antara membutuhkan dana Rp97 miliar.

"Dana tersebut untuk peningkatan fasilitas berupa perbaikan pada desain terminal keberangkatan maupun pembuatan konstruksi tambahan lainnya, yang akan dibiayai dari APBD dan APBN," kata Hatta di Palangka Raya, Jumat.

Dijelaskannya, saat ini Bandara Tjilik Riwut sudah memiliki panjang landasan pacu standar yakni 2.600 meter dan lebar 40 meter, namun masih perlu menambah ketebalan menjadi 40 sentimeter karena ketebalan yang ada hanya 15 hingga 20 sentimeter.
Gubenur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, ia bersama 13 bupati dan wali kota Palangka Raya beserta dinas terkait dijadwalkan akan bertemu Menteri Agama Suryadharma Ali, untuk tindak lanjut permohonan menjadikan Bandara Tjilik Riwut sebagai Embarkasi Haji Antara.

"Selama ini jamaah haji Kalteng harus melalui Surakarta dan Banjarmasin,"ujar Teras.
Teras menegaskan, kesiapan Bandara Tjilik Riwut sebagai Embarkasi Antara, pada prinsipnya sudah sangat siap baik dari segi keimigrasian dan Bea Cukai, hanya tinggal menunggu perijinan dan keamanan bandara yang akan diprioritaskan.

Ia berharap, Menteri Agama dapat mewujudkan keinginan Kalteng, sehingga para jamaaah akan lebih mudah melaksanakan ibadah haji karena terfokus hanya dari satu titik keberangkatan.

Sementara itu pada saat serah terima jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, Senin (25/7) lalu, pejabat lama H Anshary berpesan kepada pejabat baru, H Djawahir Tanthowi agar dapat merealisasikan operasional Bandara Tjilik Riwut sebagai Embarkasi Antara pada 2012.

Dengan demikian, akan lebih mempermudah keberangkatan calon jemaah haji Kalteng yang berjumlah 1.349 orang. (ant)

Calhaj Diingatkan Untuk Menjaga Stamina


Add to Google Reader or Homepage


Calon jamaah haji kembali diingatkan untuk menjaga stamina dan kesehatan mengingat kegiatan ibadah tersebut sangat membutuhkan kondisi fisik yang prima dan sehat, kata Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra.

"Jumlah calon jamaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci masih sangat tinggi karena sebelum berangkat memang sudah membawa penyakit bawaan dan juga karena kelelahan. Untuk itu perlu bagi yang ingin berangkat menunaikan ibadah haji memiliki stamina fisik yang prima," kata Azra di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut dikatakan saat acara bedah buku "Rahasia Bugar Sehat Saat Berhaji dan Umrah" karangan Syarief Hasan Lutfie terbitan Tiga Serangkai.

Menurut dia, menjaga kebugaran menjelang dan saat menjalankan ibadah haji dan umrah adalah sangat penting mengingat ibadah haji selama berada di Arab Saudi sangat memeras tenaga dan fisik, terutama jalan kaki.

Beberapa lokasi ibadah yang akan ditinjau, katanya, lokasinya cukup berjauhan dan banyak yang harus dilakukan dengan cara jalan kaki sehingga cukup meletihkan.
"Satu hal yang perlu diingat adalah calon jamaah haji hendaknya istirahat dengan cukup seperti tidur dengan cukup sehingga bisa segar dan bugar dalam menjalankan ibadahnya," kata Azra.

Ia mengatakann pula sesungguhnya beribadah haji bukanlah semata ibadah yang bersifat rohani saja, tapi juga merupakan ibadah fisik.

Syarief Hasan Lutfi mengatakan buku yang diterbitkan tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan sejak 2007/2008 terhadap calon jamaah haji.

Dikatakan, fakta menunjukkan angka kematian dan kesakitan jamaah haji dari tahun ke tahun masih cukup tinggi dan itu terjadi karena menurunnya kondisi fisik dan kebugaran serta rendahnya tingkat ketahanan "kardiorespirasi (kapasitas aeorobik atau fungsi jantung, paru dan peredaran darah) dan "muskuloskeletal (fungsi otot, tulang dan persendian).

Hasil risetnya mencatat, selama 2008-2009 angka kunjungan jamaah haji ke balai kesehatan rata-rata 2,5 kali per jamaah, dengan kasus terbanyak gangguan saluran pernafasan (53,20 persen), sistem sirkulasi (13,25 persen) dan keluhan muskuloskeletal (9,80 persen).

Belum lagi angka kematian, tercatat musim 2008-2009 sebanyak 428 orang meninggal, dan musim haji 2009-2010 sebanyak 362 orang meninggal.

"Fakta tersebut membuktikan mayoritas jamaah haji memiliki ketidaksiapan fisik, sesuai standar kesehatan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan jauh dan panjang," kata Lutfi.

Dalam buku itu, dia mengajak semua pihak terutama calon jamaah haji memahami perlunya menjaga kesehatan secara preventif ketimbang kuratif atau pengobatan dan penanganan di tempat serta memberikan panduan latihan fisik secara sederhana, terjadwal, terukur dengan intensitas yang terjaga.(ant)