Selasa, 29 Mei 2007

Menag : Tahun Depan Jemaah Haji Tidak Dibebani Biaya Dam



Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni menyatakan pada musim haji tahun depan direncanakan jamaah haji Indonesia tidak lagi dibebani biaya dam (denda). Biaya tersebut akan diambil dari tabungan deposito setoran awal calon jamaah haji yang besarnya Rp 20 juta per orang.


Hal itu terungkap dalam pertemuan Menag dengan Kakanwil Depagsu Drs Z.Arifin Nurdin, SH, Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah, dan Kepala Bainfokom Provsu Drs Eddy Sofian, MAP di kediaman Menag di Kompleks Perumahan Menteri Jalan Widya Candra 4 Jakarta, Sabtu (26/5).


“Kalau ada kelebihan dana jamaah yang bisa dikembalikan akan dikembalikan. Tapi ada juga sisa yang tidak mungkin dikembalikan, kita buat bayar dam,” ujar Menag.


Dana deposito yang merupakan dana awal setoran haji itu merupakan salah satu dana haji yang bisa dikembalikan. ”Dana haji yang tidak bias dikembalikan akan menjadi dana abadi umat,’’ ujarnya seraya mengatakan saat ini dana abadi umat mencapai Rp 1 triliun dan sedang menunggu Keputusan Presiden untuk penggunaanya.


Karena itu Menag meminta Komisi VIII DPR untuk melakukan penelitian lebih njlimet (mendalam) setiap komponen biaya haji supaya tidak ada kelebihan yang berlebihan, tapi jangan ada kekurangan.


Pada bagian lain Menag mengatakan, Depag pada masa kepemimpinannya akan melakukan penghematan termasuk tidak akan melakukan kegiatan rapat kerja di hotel tetapi akan mengoptimalkan ASrama Haji yang ada di Indonesia untuk kegiatan-kegiatan Departemen Agama. ‘’Karena kegiatan di Asrama Haji lebih banyak maslahatnya daripada di hotel,’’ ujarnya.


Untuk itu Menag meminta para Kanwil Depag untuk bisa memanfaatkan Asrama Haji dan terus meningkatkan sarana-sarana yang ada di Asrama Haji. Menurut Menag, dirinya sendiri kerap menggunakan Asrama Haji setiap kunjungan ke daerah.


Sementara itu Kakanwil Depagsu Drs Z.Arifin Nurdin, SH menyebutkan kuota haji Sumatera Utara sudah habis sampai dengan 2009 kecuali ada tambahan kuota. "Ini membuktikan animo masyarakat untuk berangkat haji yang tinggi. Mudah-mudahan dengan tambahan kuota dari Arab Saudi memberi peluang yang lebih besar bagi calon jamaah haji Sumut,’’ ujarnya.


Ketua MUI Sumut menyambut baik kebijakan Menag yang setiap tahun memberikan peningkatan pelayanan haji. Menurunya, memang diharapkan pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga jamaah haji semakin dipermudah tiak lagi dibebani biaya-biaya agar konsentrasi jamaah penuh kepada ibadah.Dengan dibayarnya Dam dari tabungan setoran awal haji, maka 80 persen jamaah haji Sumatera Utara yang melakukan haji tamatu (melaksanakan umrah sebelum haji-red) dan harus membayar Dam sebesar 300 riyal tidak lagi harus membayarnya dari uang pribadi. KBIH juga tidak perlu lagi mengkoordinir pembayaran Dam seperti selama ini.


Menurutnya bila Dam ini dapat diambil dari deposito setoran awal jamaah haji maka akan semakin memberikan kepuasan bagi calon jamaah haji. Dia berharap pelayanan haji ini dapat dilakukan oleh kelompok-kelompok manasik haji yang ada. Para penyelanggara KBIH diharapkan semakin memberikan peningkatan kualitas agar jamaah haji setelah berangkat sudah memahami baik yang berkaitan dengan aspek amalan-amalan maupun kondisi di lapangan.

Kamis, 17 Mei 2007

Menag dan DPR Sepakat Soal Besaran BPIH 1428 H

Rapat kerja Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR-RI sepakat memutuskan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1428 H/2007 untuk Zona I sebesar USD 2,822.8 dan Rp. 400.100,-, Zona II sebesar USD 2,925.9 dan Rp. 400.100,- dan . Zona III sebesar USD 3,053.6 dan Rp. 400.100,-
Hal itu diungkapkan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam rapat kerja yang berlangsung di Ruang Sidang Komisi VIII DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu malam (16/5). Sidang yang berlangsung hingga larut malam tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR-RI Hasrul Azwar.
Menurut Menag, BPIH Tahun 1428H/2007M jika dibandingkan dengan BPIH Tahun 1427H/2006M mengalami penurunan dalam komponen rupiah untuk semua zona sebesar Rp. 66.761,1 dan mengalami kenaikan dalam komponen dollar Amerika karena terjadi naiknya tarif tiket penerbangan. Kenaikan komponen dollar AS untuk Zona I sebesar USD 69.1, Zona II sebesar USD 74.2 dan Zona III sebesar USD 84.3.
Menag menambahkan, tarif penerbangan haji 1428 H terjadi kenaikan dibanding tahun lalu, untuk Zona I sebesar USD 1,307.50 , Zona II sebesar USD 1,410.50 dan Zona III sebesar USD 1,537.50. Sementara tarif penerbangan yang lalu, Zona I sebesar 1.274 USD untuk zona II sebesar 1.374 USD dan zona III 1.494 USD.
Hasil keputusan dan kesepakatan dengan DPR ini, kata Menag, selanjutnya akan segera diajukan kepada Presiden RI untuk penerbitan Peraturan Presiden tentang Besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1428H/2007M.
Dalam kesempatan raker tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa tanggal 24 April 2007 lalu telah ditandatangani MoU tentang Penyelenggaraan Haji 1428H/2007M antara Menteri Agama RI mewakili Pemerintah Republik Indonesia dan Menteri Haji mewakili Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Pada MoU tersebut, kata Menag, telah disepakati penambahan kuota haji untuk Indonesia sebanyak 5.000 orang, sehingga kota haji Indonesia menjadi 210.000 orang. “Dalam rangka menyesuaikan dengan kuota yang baru, kami mengharapkan persetujuan Komisi VIII DPR-RI untuk melakukan penambahan volume di semua bidang pengadaan, seperti pencetakan buku manasik, paspor, perumahan, katering, dan sebagainya,” ucapnya.
Menag juga menjelaskan tentang penyewaan pemondokan di Arab Saudi sampai 14 Mei 2007 telah mencapai 64,94%. Jumlah pemondokan yang disewa berjumlah 217 pondokan dengan kapasitas 131.036 orang.

Rabu, 16 Mei 2007

Calhaj Waiting List 203.983 Orang

Berdasarkan data Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu), Rabu (16/5), pukul 11.00 WIB, seluruh propinsi telah memiliki calhaj daftar tunggu (waiting list) berjumlah 203.983 orang.

Propinsi Jawa Timur memiliki jumlah penabung 77.138 orang, sedangkan porsi hajinya 33.810 orang, dengan calhaj daftar tunggu 43.328 orang. Jawa Barat jumlah penabung 54.166 orang, porsi haji 37.227, calhaj daftar tunggu 16.939 orang. DKI Jakarta jumlah penabung 16.338 orang, porsi haji 7.012 orang, calhaj daftar tunggu 9.326 orang.

Propinsi NAD jumlah penabung 14.237 orang, porsi haji 3.558 orang, calhaj daftar tunggu 10.679 orang. Sulsel jumlah penabung 31.927 orang, porsi haji 6.826 orang, calhaj daftar tunggu 25.101 orang. Kalsel jumlah penabung 17.891 orang, porsi haji 3.461 orang, calhaj daftar tunggu 14.430 orang. Kaltim calhaj penabung 13.781 orang, porsi haji 2.790 orang, calhaj daftar tunggu 10.991 orang.

Sumut jumlah penabung 16.745 orang, porsi haji 8.050 orang, calhaj daftar tunggu 8.695 orang. Sumbar jumlah penabung 11.190 orang, porsi haji 4.347 orang, calhaj daftar tunggu 6.843 orang. Riau jumlah penabung 12.139 orang, porsi haji 4.995 orang, calhaj daftar tunggu 7.144 orang. NTB jumlah penabung 11.747 orang, porsi haji 4.446 orang, calhaj daftar tunggu 7.301 orang. Banten jumlah penabung 14.475 orang, porsi haji 8.451 orang, calhaj daftar tunggu 6.024 orang.

Jumat, 11 Mei 2007

Porsi Haji 1428 H


Menteri Agama melalui Surat Keputusan No.31 Tahun 2007 telah menetapkan porsi jemaah haji Indonesia tahun 1428 H. Porsi tersebut berjumlah 205.000 orang, terdiri 187.612 orang jemaah haji biasa, 1.388 orang petugas daerah terdiri dari Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) dan Tim Kesehatan Haji Daerah(TKHD) dan 16.000 orang BPIH Khusus.

Propinsi NAD 3.558 orang, Sumut 8.050 orang, Sumbar 4.347 orang, Riau 4.995 orang, Jambi 2.606 orang, Sumsel 6.290 orang, Bengkulu 1.596 orang, Lampung 6.216 orang, Bangka Belitung 904 orang, dan Kepulauan Riau 982 orang.

DKI Jakarta 7.012 orang, Jawa Barat 37.227 orang, Jawa Tengah 29.363 orang, DI Yogyakarta 3.059 orang, Jawa Timur 33.810 orang, Banten 8.451 orang, Bali 207 orang, NTB 4.446 orang, NTT 417 orang.

Kalbar 2.314 orang, Kalteng 1.335 orang, Kalsel 3.461 orang, Kaltim 2.790 orang, Sulut 627 orang, Sulteng 1.740, Susel 6.826 orang, Sultra 1.660 orang, Gorontalo 881 orang, Maluku 608 orang, Maluku Utara 972 orang, Papua 533 orang, Sulawesi Barat 1.428 orang, Irian Jaya Barat 289 orang, dan Jemaah Haji Khusus 16.000 orang.